Perkotaan

Warga Bekasi Puji Penyelenggara Pemilu, Ogah Ikut Ajakan “People Power”

Warga Bekasi Puji Penyelenggara Pemilu, Ogah Ikut Ajakan “People Power”

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Ajakan aksi "People Power" untuk mengikuti aksi demonstrasi untuk menentang hasil Pemilihan Umum 2019 ditanggapi dingin oleh sejumlah warga yang bermukim di Kota Bekasi. Seperti yang diungkapkan oleh Warga Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi, Kulawu Somohadi. Saat dimintai tanggapan mengenai ajakan "People Power" dirinya menyatakan akan menolak mentah-mentah ajakan aksi People Power yang direncanakan pihak-pihak tertentu untuk mempermasalahkan hasil Pemilihan Umum 2019. "Saya lebih memilih untuk mengapresiasi penyelenggara pemilu ketimbang ikut-ikutan ajakan People Power," ujar Kulawu kepada Megapolindonesia, Selasa, (14/5/2019). Senada dengan Kulawu, Ketua RW 04 Jatimelati, Pondok Melati, Ani Agatha menyatakan bahwa dirinya merasa bahwa pen...
Tarif Retribusi Parkir Naik, Warga Bekasi Keberatan

Tarif Retribusi Parkir Naik, Warga Bekasi Keberatan

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Tarif retribusi parkir di wilayah Kota Bekasi resmi dinaikkan oleh pemerintah setempat. Lewat surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tertanggal 7 Januari 2019 yang tertuang di surat edaran nomor: 974/99/Bapenda.Adkoni tentang penetapan tarif parkir di Kota Bekasi, pemerintah merevisi tarif parkir untuk kendaraan roda empat sebesar Rp5000, sepeda motor sebesar Rp3000 dan untuk kendaraan seperti bus, truk dan sejenisnya sebesar Rp7500. Akibat adanya kenaikan tarif parkir tersebut di atas, sejumlah masyarakat mengaku kaget lantaran sebelumnya tidak mendapat pemberitahuan atau informasi apapun soal akan adanya kenaikan tarif retribusi parkir di sejumlah wilayah di Kota Bekasi. “Saya baru tahu dan kaget juga kalau ada kenaikan tarif
Tak Terima Dikomplain, Sopir Taksi Tampar Siswi SMA Sampai Memar

Tak Terima Dikomplain, Sopir Taksi Tampar Siswi SMA Sampai Memar

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Seorang pelajar berinisial V (16) menjadi korban pemukulan seorang sopir taksi bermerk "Blue Bird" yang berinisial F pada Rabu, (8/5/2019), kemarin di bilangan Pondok Gede, Kota Bekasi. Menurut penjelasan yang disematkan ibu korban di akun instagram milik anaknya, kejadian bermula saat korban dijemput oleh F di sekolahnya. Selama perjalanan, V merasa bahwa F mengemudikan kendaraan dengan ugal-ugalan dan sangat membahayakan dirinya. Sesampainya di rumah, V mengadu ke orang tua kalau si sopir membawa mobil dengan tidak sewajarnya. Ketika orang tua V hendak membayarkan ongkos perjalanan dan menyampaikan kritik kepada pengemudi, F diduga tidak terima dengan komplainan tersebut dan langsung menantang duel ayah dari F. Seketika ayah V meraih ponsel dan melapor...
Soal Penangkapan Kelompok Vandal Bandung, Polisi Diminta Paham Sistem Peradilan Anak

Soal Penangkapan Kelompok Vandal Bandung, Polisi Diminta Paham Sistem Peradilan Anak

Perkotaan
Megapolindonesia.com JAKARTA - Praktisi pendidikan, Retno Listriyarti mempertanyakan prosedur penanganan kepolisian yang represif terhadap sekumpulan orang yang dikenal dengan sebutan 'pasukan berpakaian hitam-hitam' yang melakukan aksi pengrusakan sejumlah sarana umum di Bandung, Jawa Barat saat peringatan Hari Buruh Internasional tepatnya pada Rabu, (1/5/2019). Setelah melihat dengan seksama beberapa dokumentasi penangkapan, secara pribadi, dirinya menyebut kepolisian telah bertindak sewenang-wenang tanpa mempertimbangkan hak asasi manusia, khususnya kepada terduga pelaku yang masih dalam golongan anak di bawah umur. "Dari sejumlah foto dan video yang beredar, saya menyaksikan anak-anak yang ditangkap mengalami pemukulan, ditelanjangi, berguling-guling diaspal, dan digunduli," "Mer...
Tanggul Karung Halangi Akses Permukiman, Warga Jatiasih Protes

Tanggul Karung Halangi Akses Permukiman, Warga Jatiasih Protes

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Warga RW 04 Perumahan Cahaya Kemang Permai, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat memprotes keberadaan karung pasir sebagai penahan air sementara akibat jebolnya tanggul kali Cakung pada 31 Maret 2019 di membuat aktivitas warga di RW 04 terganggu. Warga memprotes karena karung pasir yang dijadikan tanggul menghalangi terbukanya portal akses warga secara maksimal. Akibatnya, warga RW 04 kesulitan untuk keluar masuk ke dalam permukiman mereka. Pantauan di lapangan, para pngendara roda dua harus menunduk saat melewati portal yang memalang jalan. Parahnya lagi, kendaraan roda empat tak bisa melewati portal sehingga pengendara terpaksa mengambil jalan alternatif. Selain itu, warga yang menggunakan kendaraan roda empat harus memutar lebih jauh sekitar ...
Kurang Pro Pengusaha Konstruksi Lokal, KADIN Kritik Pemkot Bekasi

Kurang Pro Pengusaha Konstruksi Lokal, KADIN Kritik Pemkot Bekasi

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Bekasi, Choiril Astari memprotes kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang dianggap tidak pro kepada pengusaha lokal binaan KADIN dalam urusan pelelangan proyek yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, selama tiga tahun pemerintahan berjalan, Pemkot Bekasi tidak memberikan kesempatan kepada perusahaan lokal yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan berdampak pada keberlangsungan ekonomi perusahaan-perusahaan tersebut. “Mereka (kontraktor anggota Kadin) tidak diberikan kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek APBD Kota Bekasi. Sebab, selalu dimenangkan oleh kontraktor luar Bekasi selama 3 tahun ini,” ungkap Choiril Astari, Kamis (2/5/2019). Choiril menduga pihak Unit
Terminal Bekasi Bakal Direlokasi, Begini Komentar Sopir Bus AKAP

Terminal Bekasi Bakal Direlokasi, Begini Komentar Sopir Bus AKAP

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi berencana untuk merelokasi terminal induk Kota Bekasi yang berlokasi di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur ke bilangan Jatiwarna, Kecamatan Jatiasih. Rencananya proses relokasi yang akan dijalankan pada tahun 2020 mendatang akan dibantu oleh Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ). Namun, relokasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bekasi menimbulkan banyak reaksi dari para pelaku transportasi. Salah satu sopir bus di terminal sekarang merasa takut akan kehilangan penumpang jika pindah ke arah selatan Kota Bekasi itu. "Ya kalau dipindah ke sana kan jauh dari pusat kota, pasti penumpang akan kurang itu," kata sopir bus Arimbi jurusan Bekasi-Merak, Dede (45), Senin (22/4/2019). Protes akan direlokasi, namun Dede mengamini bahwa kond...
Ketahuan Coblos Surat Suara Tak Terpakai, Lima Petugas KPPS Terancam Bui

Ketahuan Coblos Surat Suara Tak Terpakai, Lima Petugas KPPS Terancam Bui

Perkotaan
Megapolindonesia.com SERANG - Bawaslu Banten dikabarkan telah memeriksa lima petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu karena kedapatan mencoblos sisa surat suara pemilihan Capres-Cawapres, DPRD, dan DPR RI yang tidak terpakai. Diketahui lima petugas KPPS tersebut diciduk di tempat berbeda yakni, satu petugas di TPS 8 Desa Kemuning, Tunjung Teja, Kabupaten Serang, dan empat petugas di TPS 24 Kelurahan Ciloang, Sumur Pecung, Kota Serang. Komisioner Bawaslu Banten, Badrul Munir mengatakan, kelima oknum petugas KPPS ini terciduk Bawaslu telah mencoblos sendiri surat suara. Petugas KPPS tersebut mencoblos sisa surat suara untuk ketegori capres-cawapres, DPRD dan DPR RI. “Di sini sudah (Kota Serang) 4 orang yang diperiksa terus
Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran Dinilai Bikin Resah Masyarakat

Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran Dinilai Bikin Resah Masyarakat

Perkotaan
Megapolindonesia.com DEPOK - Akademisi Universitas Indonesia, Reni Sumarso menganggap gerakan kelompok "Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran kerap membuat resah masyarakat terutama di Kota Depok, Jawa Barat. Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran dianggap meresahkan akibat tindakan mereka yang seringkali melakukan sweeping terhadap pasangan muda yang sedang berpacaran di tempat-tempat umum. Dilansir dari Suara.com, Rini menuturkan, keresahan publik terhadap kelompok tersebut berhasil terdokumentasi dalam hasil survei yang dilakukan UI pada tahun 2018 silam. “Kelompok ini kerap mendatangi para pasangan muda-mudi yang berduaan, berpacaran, lalu diceramahi," kata Reni, Sabtu (20/4/2019). Kelompok tersebut, kata dia, selalu menstigma berpacaran itu haram. Setelahnya, setiap pasangan muda-mudi yang
Gara-Gara Quick Count, Bawaslu RI Cabut Izin Situs Pemantau Pemilu

Gara-Gara Quick Count, Bawaslu RI Cabut Izin Situs Pemantau Pemilu

Perkotaan
Megapolindonesia.com JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu RI resmi mencabut izin atau akreditasi satu lembaga pemantau Pemilu 2019 yakni situs "jurdil2019.org" milik PT Prawedanet Aliansi Teknologi. Hal tersebut dilakukan oleh pihak Bawaslu RI setelah menemukan fakta-fakta yang bahwa lembaga tersebut tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip pemantauan. "Situs jurdil2019.org pengembangan dari pemantau PT Prawedanet Aliansi Teknologi dan akhirnya kita cabut akreditasinya hari ini sebagai pemantau, karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Minggu (21/4/2019). Lembaga survei tersebut, kata Afif awalnya mengajukan izin sebagai pemantau yang akan membuat aplikasi untuk pelaporan pelanggaran Pemilu. Namun, Afif menyebut lembaga tersebut melang...
Ini Pesan Kementan Untuk Bulog Saat Panen Raya Jagung

Ini Pesan Kementan Untuk Bulog Saat Panen Raya Jagung

Perkotaan
Megapolindonesia.com PACITAN - Memasuki panen raya jagung, mestinya para petani bergembira, karena akan menikmati hasil kerja keras usahataninya. Namun tidak demikian bagi petani jagung di Pacitan. Mereka justru dihinggapi rasa was-was jika harga jatuh, karena saat ini harga jagung pipilan kering di petani sudah menyentuh Rp 3.200-3.300/kg, padahal 2 minggu sebelumnya masih bertenger diangka Rp 3.600-3.800/kg. Merespon hal tersebut, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Andriko Noto Susanto, meminta bulog hadir membantu petani. "Bulog sebagai wakil Pemerintah harus hadir di tengah-tengah petani, khususnya saat panen raya yang berpotensi harga jatuh," ujar Andriko, saat panen jagung bersama Bupati Pacitan Indartato di Desa Ploso Ke...
Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

Perkotaan
Megapolindonesia.com JAKARTA - Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan fisik, sampai terjadinya gagal panen. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pangan dan hambatan akses pangan. Negara-negara di kawasan ASEAN+3 memiliki coping strategy untuk mengatasi dampak negatif dari bencana setelah terjadi. Mekanisme yang dilakukan melalui pembentukan cadangan beras antara negara ASEAN Plus Three (China, Jepang dan Korea), yang dikenal dengan istilah APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve). APTERR dibentuk berdasarkan prinsip kemandirian kolektif akan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan ekonomi nasional masing-masing negara, serta ketahana...
Bukan Jiplakan, Ini Arti Logo HUT ke-22 Kota Bekasi

Bukan Jiplakan, Ini Arti Logo HUT ke-22 Kota Bekasi

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Menyambut HUT Kota Bekasi ke-22 tahun, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian meluncurkan gambar logo Hari Jadi Kota Bekasi ke 22 Tahun. Pemilihan logo ini merupakan keputusan dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi setelah menyeleksi sepuluh nominasi kontribusi logo rancangan Yeksa Sarkeh Chandra, Ketua Forum Seniman Bekasi (FSB), para Staf Diskominfostandi dan Abdul Kuncoro, putra daerah asli Kota Bekasi yang sangat menggemari dunia design. Adapun logo HUT Kota Bekasi ke-22 tahun merepresentasikan tema hari ulang tahun Kota Bekasi ke 22 tahun, yaitu “Kualitas Aparatur Modal Dasar Merajut Kebhinekaan Untuk Menjaga NKRI Dalam Mewujudkan Kota Bekasi Yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, Dan Ihsan (Patriot 4.0)”.

Kisah Mbok Kresek 59 Tahun Harus Hidup Sambil “Ngesot”

Perkotaan
Megapolindonesia.com KEDIRI - Sang mentari tampak redup, enggan menyinari bumi. Rinai gerimis bagai alunan kehidupan dendangkan melodi senja. Sesosok anak manusia merangkum selaksa kisah dan elegi pergulatan. Mbok Kresek begitu biasa disapa. Wanita berusia 59 tahun ini tampak tegar, meski mengukir keterbatasan. Tak terlukis, berat beban kehidupan. Dimatanya, hidup adalah realita. Jangankan melihat kemilau dunia, hanya sekedar menyantap makanan demi kelangsungan hidupnya, Mbok Kresek bersyukur tiada tara. Mbok Kresek hidup tanpa anak dan pendamping hidup, di penghujung senja usianya. Wanita cacat fisik sejak kecil ini, hanya mampu menatap penuh nanar, nuansa disekelilingnya. Kerap matanya membeliak menatap tajam, di balik pintu yang dipasang penutup kayu. Mbok Kresek tinggal di kawasa...
Belum Punya KIA, Anak Tetap Bisa Daftar Sekolah

Belum Punya KIA, Anak Tetap Bisa Daftar Sekolah

Perkotaan
Megapolindonesia.com BEKASI - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi tidak mewajibkan Kartu Identitas Anak (KIA) menjadi salah satu syarat administrasi murid baru untuk mendaftarkan diri masuk sekolah. "KIA itu belum menjadi syarat wajib bagi anak sepanjang mereka sudah memiliki Akte Kelahiran, Kartu Keluarga dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)," terang Taufik Rachmat Hidayat selaku Kepala Dinas Dukcapil Kota Bekasi, Senin, (4/2/2019). Dengan dikeluarkannya pernyataan tersebut, Taufik meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar untuk mendapatkan KIA tersebut karena memang blangko KIA belum tersedia dan masih menunggu proses pengadaan selesai. "Karena permintaan yang tinggi, kemarin jajaran kami sudah pinjam ke daerah tetangga sebanyak 30 ribu blangko, da...