Kasus Pengembang Nakal, Kuasa Hukum Warga Tertawa Dengar Replik Tergugat

Megapolindonesia.com

DEPOK – Kasus yang menimpa puluhan warga perumahan Mahkota Cimanggis kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok, Kamis (5/12/2019). Sidang tersebut beragendakan tanggapan terlawan atas replik pelawan.

Dalam persidangan, kuasa hukum warga dari Winn Attorney at Law, Erik Graha Pandapotan Sihombing merasa heran dengan dalil yang dikemukan selama ini oleh terlawan selaku pihak pemilik tanah sebelumnya.

“Ada logika yang keliru dari Terlawan Sdr Bambang Cs ” kata Erik dalam sidang yang dipimpin Hakim Forci Nilpa.

Menurut Erik, pihak terlawan meminta pembayaran pajak PPN kepada PT Duta Tunas Mandiri (PT DTM) selaku Turut Terlawan 1. Herannya, pihak terlawan justru meminta sita terhadap aset yang nyatanya sudah dijual kepada para pelawan.

“Terlawan (Bambang cs) menyatakan bahwa transaksi antara para pelawan dengan PT DTM tidak sah. Namun, di sisi lain pajak PPN dari PT DTM malah diminta untuk diserahkan kepada terlawan. Ini menunjukan secara nyata terlawan sesungguhnya mengakui sahnya transaksi jual beli yang terjadi antara PT DTM dengan para pelawan,” ucap Erik.

Untuk diketahui, sedikitnya 22 warga di perumahan Mahkota Cimanggis melayangkan perlawanan dan upaya hukum atas sita eksekusi yang telah dilakukan PN Depok. Belakangan, permohonan itu diajukan oleh Bambang Slamet Riyadi, yang juga dosen Universitas Nasional. Serta rekannya, Dudit Dharmawan, Setiawan dan Arief Rachman.

Bambang Cs dalam proses mediasi sebelumnya di dalam resume yang disampaikan, malah meminta uang damai Rp17, 6 miliar ke warga agar dicabut sita eksekusi yang telah diajukan mereka dengan Nomor 14/Pen.Pdt/Sita.Eks/2018/PN/DPK. Alhasil, permintaan itu membuat warga, tercengang.

Menurut warga, permintaan Rp17, 6 M sangat tidak berdasar dan mengada-ada. Pasalnya, sita diajukan karena adanya persoalan sengketa PPN yang diminta oleh Bambang Cs kepada PT Duta Tunas Mandiri, selaku developer perumahan.

Bambang Cs pun diketahui kerap kali bermasalah dengan warga setiap mengelola perumahan. Terakhir, dalam hasil penelusuran, Bambang pernah membuat Perumahan Nuansa Permai bermasalah dengan warga perumahan Bukit Cengkeh II, Cimanggis pada tahun 2015, karena dituduh melakukan penutupan saluran air.

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: