Menkeu Geram, Pemda Kerap Keruk APBD Untuk Perjalanan Dinas

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Perjalanan dinas pemerintah daerah dengan alasan sosialisasi dianggap menjadi biang kerok utama membengkaknya anggaran belanja daerah pemda setempat.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, saat memberikan pidato pada acara sosialisasi transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020. Dalam pidatonya, Sri Mulyani meminta pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggarannya dengan baik.

“Tolong untuk perjalanan dinas untuk sosialisasi satu kali setahun saja. Jangan wira-wiri,” katanya saat menyinggung permasalahan agenda dinas pemerintah daerah

Dilansir dari CNBC Indonesia, Sri Mulyani juga merinci data yang Kemenkeu himpun tentang alokasi APBD tentang belanja pegawai dan perjalanan dinas, dimana alokasi APBD, sebesar 31% habis untuk perjalanan dinas dan jasa kantor. Kemudian 36% APBD habis untuk belanja gaji pegawai.

“Jadi APBD-nya hampir 70% untuk mengurusi orang-orang pemda,” jelasnya.

“Makanya sisa-sisa itu untuk rakyat, itu kan salah. Jadi tolong dilihat betul, kami pun di pusat sudah meminta meneliti betul belanja-belanja kelompok tadi. Alokasi belanja daerah APBD juga kurang fokus, program dan kegiatan itu bermacam-macam. Padahal Pak Presiden mengatakan fokus saja,” katanya.(CNBC/ELS)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: