KLHK Gandeng Yayasan Adik Prabowo Lepas Liar Harimau Sumatera

Megapolindonesia.com

RIAU – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Darmasraya-Yayasan Arsari Djojohadikusumo (PR-HSD Yayasan Arsari), berhasil melepas liarkan dua harimau Sumatera, Bonita dan Atan, yang sebelumnya masuk ke pemukiman warga di Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau pada awal Januari 2018 lalu.

Proses rehabilitasi terhadap Bonita, harimau betina dan Atan, harimau jantan ini patut diapresiasi mengingat populasi harimau Sumatera di habitat alaminya kian kritis dan terancam punah. Bahkan, dari data yang ada, hanya tersisa 603 harimau yang tersebar di 23 kantong habitat.

“Data dari Ditjen KSDAE menunjukkan lebih dari 50% populasi satwa dilindungi berada di luar kawasan konservasi baik di hutan produksi maupun hutan lindung,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE KLHK), Wiratno, Selasa, 30/7/2019.

Untuk itu, sambung Wiratno, upaya perlindungan satwa menjadi penting untuk dilakukan oleh semua pihak seperti pengelola konsesi, pemerintah daerah, masyarakat adat dan juga LSM.

“Kita harapkan mulai saat ini, satwa liar dilindungi termasuk harimau sumatera yang berada di luar kawasan konservasi dapat terlindungi seperti halnya satwa liar lainnya di dalam kawasan konservasi. Semangat bekerja bersama menjadi kunci untuk sinergi selanjutnya,” ujar Wiratno.

Sementara itu, penggagas dan pendiri PR-HSD, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan jika PR-HSD berkomitmen untuk terus membantu pemerintah melestarikan dan menambah jumlah populasi harimau Sumatera.

Hashim menambahkan, sejak diresmikan oleh Menteri LHK 29 Juli 2017, PR-HSD telah melakukan rehabilitasi terhadap 6 individu harimau dimana 4 individu berhasil dilepasliarkan ke habitat alaminya. 29 Juli juga diperingati menjadi Global Tiger Day.

“Saat ini kami masih merawat satu harimau Sumatera yang baru saja diselamatkan dari Padang Lawas, Sumatera Utara. Harimau Sumatera merupakan simbol kelestarian ekosistem dan keberadaannya hanya dimungkinkan jika hutan dan lingkungan sebagai habitat masih terjaga,” kata Hashim.

Menurut Hashim, jika satwa liar punah berarti salah satu bentuk penghinaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, kata adik Prabowo Subianto itu, manusia tidak boleh membiarkan satwa liar itu punah.

“Kalau satwa liar itu punah, itu penghinaan terhadap Tuhan. Tuhan kita yang menciptakan semua ciptaan yang luar biasa, kita manusia tidak boleh membiarkan punah. Karena itu, berarti itu adalah penistaan terhadap Tuhan kita, apa pun agama kita. Satwa liar semua adalah ciptaan Tuhan. Pasti sesuai rencana Tuhan, pasti ada peran masing-masing satwa liar. Masing-masing punya peran di alam semesta. Itu menurut saya,” papar Hashim.

Lebih lanjut Hashim menegaskan apa yang dilakukannya dan pengelola yayasan PR-HSD Yayasan ARSARI dalam upaya melestarikan keberadaan satwa liar merupakan bagian dari iman. Menurut Hashim, satwa liar adalah ciptaan Tuhan. Keberadaan yayasan PR-HSD semata-mata untuk membantu melestarikan ciptaan tuhan yang maha kuasa.

“Kami melihat, bahwa apa yang kami laksanakan ini bagian dari iman kita. Kami menilai, satwa liar itu adalah ciptaan tuhan, semua ciptaan tuhan, apa pun agama yang kita anut. Saya sebagai orang beriman, merasa bahwa apa yang saya laksanakan bersama kawan-kawan di yayasan kami adalah seutuhnya membantu melestarikan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Secara total, pelepasliaran kedua harimau ini menambah jumlah harimau rehabilitasi dari PRHSD yang akan dilepasliarkan ke habitat alaminya menjadi 4 individu. (DVD)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: