Sering Makan Korban, Dishub Bakal Tindak Truk Ugal-Ugalan

Megapolindonesia.com

BEKASI – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan truk besar mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Sebagai informasi, dalam tiga hari terjadi dua peristiwa laka lalu lintas yang melibatkan truk besar terjadi di Kota Bekasi dan memakan korban jiwa.

Pertama, pada Selasa, (16/7/2019) di jalan KH. Agus Salim, Bekasi Timur, dimana seorang juru parkir tertabrak truk yang sedang melintas dan hari ini, Kamis, (18/7/2019) seorang pengemudi ojek daring tewas akibat bersenggolan dengan truk sampah ugal-ugalan ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan flyover Revo Town.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi ketika dihubungi mengaku akan terus memonitor kecepatan kendaraan besar yang melintasi jalur-jalur padat pengendara di Kota Bekasi.

“Yang pertama saya sangat prihatin dengan kejadian ini, kami dari jajaran Dishub selalu mengingatkan para pengendara untuk selalu menaati semua aturan, termasuk kecepatan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di seluruh wilayah Kota Bekasi,” ungkap Deded Kusmayadi.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi, tambah Deded akan mnemerintahkan petugas di lapangan untuk memantau dan menindak kendaraan yang kedapatan melanggar aturan.

“Tim Dishub saya perintahkan untuk menindak tegas kendaraan yang melanggar aturan, karena keecepatan kendaraan sudah diatur dalam UU Lalu Lintas nomor 22 tahun 2009 dan Permenhub nomor 111 tahun 2015, jadi memang kecepatan kendaraan diatur ketat oleh peraturan yang ada,” tutupnya.

Pada Pasal 3 ayat 2 Peraturan Menteri Perhubungan 111/2015, batas kecepatan paling tinggi sebagaimana dimaksud meliputi batas kecepatan jalan bebas hambatan, batas kecepatan jalan antar kota, batas kecepatan jalan pada kawasan perkotaan dan kawasan permukiman.

Pada jalan bebas hambatan, ditentukan batas kecepatan paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam.

Untuk jalan antarkota, batas kecepatan yang ditentukan paling tinggi 80 kilometer per jam. Kawasan perkotaan batas kecepatan paling tinggi yaitu 50 kilometer per jam. Sedangkan, kawasan pemukiman paling tinggi 30 kilometer per jam. (Yd)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: