Niat Tegur Suami, NR Malah Dibikin Babak Belur

Megapolindonesia.com

BEKASI – Peristiwa penganiayaan terhadap perempuan terjadi di Kranji, Bekasi Barat tepatnya di Jalan Masjid Al Ikhlas RT 08 RW 10.

Penganiayaan yang menimpa NR (32) oleh sang suami DS di kediamannya di Senin 10 Juni 2019. Ironisnya, penganiayaan tersebut dipicu masalah sepele, yakni salah paham antara korban dengan pelaku yang menikah secara siri itu.

NR ketika ditemui di kediamannya menceritakan, awal mula kejadian karena NR menegur DS perihal adik pelaku yang keluar kerja tanpa meminta izin korban terlebih dulu.

NR mempertanyakan hal tersebut karena NR merupakan supervisor di tempat adik DS bekerja. Tak terima dengan teguran tersebut, pelaku lalu naik pitam dan langsung menganiaya korban secara bertubi-tubi.

“Saya negurnya padahal baik-baik, cuma dia (pelaku) gak terima dan langsung aniaya saya,” kata NR di Bekasi, Jum’at (28/6/2019).

Menurut NR, saat itu rambutnya dijambak oleh pelaku yang kemudian membenturkan kepala korban ke tembok. Pelaku juga mencekik leher hingga korban sempat kesulitan bernapas.

“Saya dijambak, dijedotin, dicekik sampai sakit dan bengkak kepala sama badan saya,” ujar NR.

Akibat penganiayaan tersebut, korban yang memiliki seorang balita usia 9 bulan hasil pernikahan sirinya dengan pelaku, menderita luka bengkak di kening, sakit di ibu jari kanan, lecet di kedua kaki, leher sakit, bengkak di kepala bagian atas serta pusing.

Insiden ini lalu dilaporkan korban ke Polres Metro Bekasi Kota, dengan nomor LP/1353/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Menanggapi maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, Pemerhati Anak Kota Bekasi, Sopar Makmur mengatakan tindak kekerasan terutama yang dilakukan suami terhadap istri, secara umum akan berimbas pula terhadap anak-anak yang akan memiliki trauma dan ketakutan tersendiri terhadap masalah ini.

“Kasus penganiayaan yang terjadi sangat memberikan efek trauma dan ketakutan kepada anak, untuk kasus ini, si anak sudah merasa ketakutan ketika melihat dua orang sedang tertawa atau mengobrol, terlebih tindak kekerasan dilakukan oleh seorang laki-laki di depan anak mereka,” katanya.

Image perempuan sebagai kaum lemah, kata dia, justru harus diberikan perlindungan khusus dari orang-orang terdekatnya, agar perempuan selalu merasa aman dan terlindungi.

“Korban Penganiayaan khususnya perempuan harus diberikan perlindungan khusus ,” ujarnya.

Sopar berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti secepatnya oleh pihak kepolisian, agar perempuan yang menjadi korban kekerasan menerima keadilan atas kejadian yang menimpa mereka.

“Harapan besar bahwa kasus ini harus diusut tuntas dan diberikan keadilan kepada perempuan yang telah berani meminta keadilan kepada pihak yang berwenang,” tutupnya. (*)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: