Soal Penangkapan Kelompok Vandal Bandung, Polisi Diminta Paham Sistem Peradilan Anak

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Praktisi pendidikan, Retno Listriyarti mempertanyakan prosedur penanganan kepolisian yang represif terhadap sekumpulan orang yang dikenal dengan sebutan ‘pasukan berpakaian hitam-hitam’ yang melakukan aksi pengrusakan sejumlah sarana umum di Bandung, Jawa Barat saat peringatan Hari Buruh Internasional tepatnya pada Rabu, (1/5/2019).

Setelah melihat dengan seksama beberapa dokumentasi penangkapan, secara pribadi, dirinya menyebut kepolisian telah bertindak sewenang-wenang tanpa mempertimbangkan hak asasi manusia, khususnya kepada terduga pelaku yang masih dalam golongan anak di bawah umur.

“Dari sejumlah foto dan video yang beredar, saya menyaksikan anak-anak yang ditangkap mengalami pemukulan, ditelanjangi, berguling-guling diaspal, dan digunduli,”

“Mereka direndahkan dan dipermalukan dengan cara-cara yang jelas melanggar HAM, kalaupun anak-anak tersebut benar melakukan vandal, pengrusakan atau bahkan pidana berat sekalipun, apakah mereka boleh diperlakukan seperti itu?” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Komisioner Bidang Pendidikan KPAI ini, Senin, (6/5/2019).

Retno juga menambahkan aparat harus menghormati Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang jelas telah mengatur cara-cara penanganan anak di bawah umur yang berhadapan dengan kasus hukum.

“Kita semua harus menyadari bahwa pemerintah Indonesia tidak hanya sudah meratifikasi Konvenan Hak Anak, tetapi juga Konvenan Hak Sipil dan Politik, serta Konvenan Anti Penyiksaan,”

“Jadi sudah seharusnya kita semua wajib melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun dan dilakukan oleh siapapun,” tutupnya,

Sebelumnya, Aparat Polrestabes Bandung mengamankan ratusan pemuda berbaju hitam di tengah peringatan May Day di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (1/5/2019). Mereka ditangkap lantaran melakukan aksi vandalisme. Selain itu, ada juga sejumlah perempuan yang turut diamankan.

Beberapa di antaranya bahkan masih di bawah umur. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, para pemuda itu ditertibkan tak jauh dari Gedung Sate. Irman memastikan jika kelompok itu bukan dari serikat buruh.

Berdasarkan data yang tercatat di kepolisian, tercatat anak-anak yang terlibat terdiri dari 293 orang yang bergabung dengan 619 orang lainnya.(Yd)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: