Perjalanan Warga Pejuang Pratama Bekasi Kirim Bantuan Untuk Korban Tsunami Banten

Megapolindonesia.com

BANTEN – Bencana tsunami meluluhlantakkan kehidupan pesisir pantai Provinsi Banten, dari ujung Pantai Anyer, Carita, Labuhan, Tanjung Lesung hingga kawasan Kecamatan Sumur dan sekitarnya. Tsunami Selat Sunda dampak Gunung Anak Krakatau pecah terbelah dua sempat memporak porandakan mereka, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir. Uniknya, gelombang tsunami pada (22/12/2018) silam, dominan menghantam kawasan wisata dan penghuni sekitarnya.

Tak pelak, badai tsunami yang menyebabkan ratusan nyawa melayang dan ribuan terluka serta yang hilang tak teridentifikasi memantik kepedulian warga luar kota Banten, menggalang donasi dan kepeduliannya bertujuan meringankan beban saudara kita, terlebih keluarga korban tsunami yang kehilangan sanak saudaranya, tewas dihantam tsunami. Kawasan Kabupaten Pandeglang terdampak parah Kecamatan Sumur dan Labuhan, bahkan pasca terjangan tsunami Kecamatan Labuhan direndam banjir, ada yang mencapai 3 meter.

Silih berganti warga Kota Bekasi, Jawa Barat pun terpanggil, galang donasi kemanusiaan. Di antara kalangan, personal atau organisasi di Kota Bekasi, Kampung Teladan se-Jawa Barat mewakili Kota Bekasi pun tak mau ketinggalan momen. Kesigapan warga RW 06 Komplek Pejuang Pratama, Medan Satria akhirnya terjun langsung mendonasikan ke kawasan terdampak tsunami di beberapa titik lokasi terdampak, hingga kawasan terisolir.

“Ada sekitar 5 titik yang sudah kita sambangi, di antaranya kawasan Pagelaran, Labuhan, Panimbang, Tanjung Lesung, hingga kawasan terisolir di kawasan masuk Kecamatan Sumur. Alhamdulillah, saat sampai di Pagelaran, respon warga sangat antusias dan berterima kasih sekali, bahkan tim kita disambut oleh tokoh, RT, RW, dan sesepuh di kampung tersebut, mereka beranggapan jauh jauh dari kota Bekasi datang ke Banten,”jelas Suyanto, selaku ketua tim ekspedisi kemanusiaan tsunami Banten, saat ditemui Minggu (13/1/2019) di kawasan Pejuang Pratama saat senam jantung sehat bersama warga.

Ditandaskan Suyanto yang juga Ketua FKPM Tingkat Kecamatan Medan Satria, didampingi Joko Hermanto menjelaskan jelas dan gamblang, terkait rincian donasi kemanusiaan bagi korban tsunami Banten adalah bentuk rasa kepedulian mendalam warga Komplek RW 06 Pejuang Pratama.

“Donasi itu terkumpul berkat kerjasama dan kepedulian warga RW 06 Komplek Pejuang Pratama dari RT 01-11. Sumbangan itu berbentuk uang dan ada juga pakaian layak pakai dan yang lainnya. Dari uang donasi kita belanjakan sembako dan perlengkapan mandi. Rinciannya beras 1, 5 ton, 38 dus indomie, 10 kartun minyak, 5 karton susu, sabun mandi dan cuci, dan keperluan wanita lainnya. Pakaian layak pakai ada 15 karung, diperkirakan 3000 potong dan ditujukan di 5 titik lokasi agar merata. Semua di kawasan Kabupaten Pandeglang,”jelasnya.

Ditandaskan lebih lanjut bahwa sebetulnya mengenai sembako memang semua urjen, karena kebutuhan pokok kita, tapi kita lihat, di titik titik tertentu pakaian habis dan dibutuhkan.

“Di Sumur misalnya, diperlukan sekali, meski di lokasi lain sembako. Contohnya apa yang dibutuhkan wanita, softex (pembalut) misalnya, kemudian pampers dan keperluan kecil lainnya, namun itu juga vital. Kan nggak mungkin mereka berteriak teriak, softex softex, malu dong. Jadi di kawasan yang serba ludes semuanya, rumah dan seisinya, itu sangat dibutuhkan. Bayangkan semua hanyut dan berlumpur. Dalam kondisi begitu mana ada kepikiran untuk membeli, yang ada apa saja dipakai dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, kita nggak akan tahu apa yang dibutuhkan warga, jika bantuan hanya numpuk di posko.”

“Ada kawasan terisolir dan belum sepenuhnya tersentuh bantuan. salah satu lokasi yang terbilang memprihatinkan, perabotan rumahnya habis terkena dampak terjangan air tsunami dan untuk mencapai lokasi tersebut itu, akses jarak menuju lokasi sangat sulit sekali, daerah Sumur dan Pabuaran. Mobil kita sampai kejeblos saat melewat lokasi, karena mana saluran mana jalan nggak kelihatan. Coba kondisinya masih seperti itu, padahal sudah sekitar 15 hari sejak bencana tsunami terjadi. Berjarak sekitar 4 km dari jalan raya dan masih berlumpur. Tentunya saya prihatin sekali dengan kondisi itu,”kisahnya haru.

Kisah haru warga terdampak bencana kerap menuai krusial, dengan segala perniknya. Ada yang belum tersentuh atau sebaliknya. Relawan kemanusiaan sangat dibutuhkan dalam menyalurkan donasi kemanusiaan yang banyak di drop di posko posko bencana, tersebar di kawasan Cimanggu, sebelum mencapai Kecamatan Sumur. Dari Kota Pandeglang kawasan Sumur berjarak sekitar 115 Km, melewati beberapa kecamatan di antaranya Saketi, Menes, Labuhan, Panimbang, Cigeulis, Citereup (Tanjung Lesung), Cibaliung, Cimanggu, dan Kecamatan Sumur.

“Dan, kita tujukan langsung di tempat bencana tidak melewati posko posko yang tersebar di sana, dan tim berusaha langsung mencapai sasaran, yang terdampak bencana dan kita pingin tahu yang sebenarnya terjadi dan bukan berhenti di posko. Karena kita ingin tahu, seperti apa sih kondisi para korban tsunami. Tentunya ada yang mengarahkan ke lokasi yang kita tuju. Kita mencapai lokasi hingga ke dalam lagi, ternyata masih banyak saudara kita yang belum tersentuh bantuan itu,”urai Suyanto lantang.

Motivasi dan rasa empati selalu ditumbuhkembangkan di kawasan percontohan Pejuang Pratama. Hal ini bertujuan memupuk jiwa sosial dan kemanusiaan akan sekitarnya. Dalam perspektif ketua RW 06 Komplek Pejuang Pratama bahwa ajakan bersifat berderma.

“Mengajak warga RW 06, khususnya karang taruna, kader posyandu, para tokoh masyarakat ikut berpartisipasi dan peduli bencana di Provinsi Banten. Adapun maksud dan tujuan jelas peduli pada saudara kita yang terkena musibah.Tentunya yang kita ambil dari rasa keprihatinan kita terhadap saudara kita disana. Dan, tentunya kita tanggap, ikut prihatin dan andil di dalamnnya, semata mata untuk tujuan aksi kemanusiaan.”

Di ujung perbincangan ringan dengan megapolindonesia.com, Suyanto menyatakan bahwa selain donasi, yang terpenting adalah memberikan support dan menghibur mereka yang terkena musibah bencana tsunami dan terjangan banjir.

“Tim kami juga berusaha menghibur anak anak korban tsunami agar jangan larut dalam kesedihan dengan bencana yang telah menimpaya. Bukan hanya yang kita bawa sebenarnya, sebenarnya suport moril untuk bisa bangkit menyongsong kehidupan yang akan datang. Tetap semangat agar jangan sampai trauma dengan adanya bencana. Kita beri semangat, yang namanya bencana tentunya kita semua tidak pernah berharap, artinya dengan kehadiran tim di sana, kita juga bisa ikut merasakan kesedihan atas saudara kita yang terdampak tsunami di kawasan Banten,”pungkasnya. (NTS)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: