Sistem KS NIK Diubah, Warga Diminta Utamakan Fasilitas Puskesmas

Megapolindonesia.com

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat pengguna Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) tidak berubah meski ada sistem baru rujukan yang diterapkan belakangan ini.

Sistem rujukan yang diterapkan KS-NIK, menurutnya dibuat untuk mengontrol masyarakat dalam pemanfaatan KS-NIK dimana selama ini masyarakat kerap tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan pertama, yakni Puskesmas.

Ia ingin warga yang hanya menderita penyakit ringan seperti flu, diare, sakit gigi atau pemeriksaan gula darah bisa dilakukan di fasilitas kesehatan pertama yakni di Puskesmas dan tidak harus langsung ke rumah sakit.

“Di KS NIK ga ada yg berubah, yang berubah kita ingin mengajak jangan sedikit-sedikit ke rumah sakit karena sakit ringan, Puskesmas kita sudah punya fasilitas rata-rata ada dua alat peralatan praktek gigi, Dokter umum pun sudah ada empat sampai lima dokter, untuk itu kita banyak butuh membangun infrastrukturnya,” kata Rahmat Effendi, di area CFD Jalan Ahmad Yani, Minggu, (4/11/2018).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengubah sistem penggunaan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) di wilayah setempat.

“Program Kartu Sehat mulai 1 November 2018 ini mengalami perubahan dalam tahapan proses pengobatannya,” kata Kepala bagian Humas Setda kota Bekasi Sajekti Rubiah, Jumat (2/11/2018).

Menurut dia, pengguna Kartu Sehat sekarang harus melakukan pengobatan awal di Puskesmas terdekat, kemudian apabila diperlukan penanganan khusus maka dapat di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi atau rumah sakit swasta yang ditunjuk.

“Ini merupakan hasil evaluasi pelayanan Karu Sehat Kota Bekasi selama ini,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, banyak pengguna KS tidak efisien dalam pengunaannya. Semisal hanya sakit influenza, batuk maupun diare warga langsung ke rumah sakit swasta yang mereka inginkan. Walau pun sebenarnya penyakit ini bisa ditangani di tingkat Puskesmas.

“Secara garis besar Kartu Sehat berbasis NIK ini tidak mengalami perubahan, hanya penanganan identifikasi penyakiti ringan di tangani di Puskesmas,” katanya.

Namun, apabila pasien tersebut dalam kondisi kritis tetap bisa langsung dibawa ke IGD atau ICU di rumah sakit manapun yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi.(Yd)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: