KPAD Bekasi Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak

Megapolindonesia.com

BEKASI – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penganiayaan sadis terhadap anak balita berinisial MM yang terjadi di Pondok Gede, Sabtu, (22/9/2018) silam.

Komisioner KPAD Kota Bekasi, Sopar Makmur menyatakan bahwa pelaku melakukan tindakan di luar kemanusiaan dan sangat tidak beradab dimana MM mengalami luka serius di bagian wajahnya.

“Terlihat dari kondisinya, MM mengalami luka di bagian kepala sekitar mulut dan rahangnya, dan hingga sekarang masih dirawat di rumah sakit, kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang sudah diketahui identitasnya dan mencari tahu motif pelaku melakukan tindakan ini,” ucap Sopar, Jumat, (28/9/2018).

Untuk penanganan pasca kejadian, KPAD Kota Bekasi meminta pihak rumah sakit untuk optimal dalam penanganan trauma fisik dan psikologis yang dialami oleh MM.

“Anak sebagai korban wajib dilindungi dan diberikan tempat yang aman, kami meminta juga untuk psikologis kepada orang-orang terdekat Anak yaitu orang tua serta kakak korban yang berumur 7 tahun, Untuk MM sendiri kami melihat ada perkembangan dari segi kesehatan, apresiasi besar kepada rumah sakit untuk mengembalikan kesehatan MM,” tambah Sopar.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Polisi Indarto menyatakan terkait kasus MM, polisi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga adalah teman ibu korban sendiri.

“Sedang dikejar. Kita sudah tahu identitasnya, tapi dia lagi kabur. Dugaan kita salah satu teman ibu (korban),” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto di Universitas Bhayangkara, Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, kota Bekasi, Kamis (27/9/2018).

Kejadian bermula ketika ibu korban (AN) mengajak empat orang temannya (I, A, D, T) berkunjung ke rumahnya di sebuah perumahan di Pondok Gede, Bekasi, Sabtu (22/9). Selanjutnya mereka pergi ke Kafe Harapan Indah. Kelima orang tersebut diketahui dalam pengaruh alkohol.

“(Ibu korban dan temannya) mabuk. Temannya (A) pulang duluan (ke rumah AN). Lalu dia godain pembantu (asisten rumah tangga AN), pembantunya takut, dia lari,” ujar Indarto.

Polisi telah meminta keterangan saksi, di antaranya AN (ibu korban), W (pembantu rumah tangga), teman AN (D, T, I). Polisi telah mengunjungi rumah orang tua A di Caman, Bekasi Barat. Namun sampai saat ini polisi belum menemukan keberadaan A. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: