Ketua Tasjidan: Tahun Politik Harus Bisa Jadi Ajang Silaturahmi Bangsa

Megapolindonesia.com

BEKASI – Ketua Paguyuban Tata Siliwangi Jiwa Pasundan (Tasjidan), Rais Kadir meminta peran pemerintah daerah dan Provinsi untuk memperhatikan nasib pegiat seni dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah di Republik Indonesia.

“Jangan hanya memikirkan politik dan jabatan praktis saja, di tahun 2019 mendatang akan berjalan Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden, harusnya momen tersebut bisa dijadikan momen untuk merajut tali silahturahmi dan persaudaraan sesama yang diperkuat dalam bingkai seni budaya yang dapat mempersatukan rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama dan rasnya,” ujarnya, Selasa, (11/9/2018) saat membuka Milad ke – 2 Paguyuban Tasjidan di Kampung Jati Kaum, Desa Tanjung Sari, Cikarang Utara, Bekasi.

Untuk diketahui, Malam Puncak peringatan Milad Tasjidan yang ke 2 Tahun diselenggarakan oleh Para Sesepuh serta Pengurus Tasjidan. Perayaan ini diwarnai dengan Pawai Obor menyambut Malam Satu Suro yang memang bertepatan dengan Hari Jadi Paguyuban Tasjidan.

Agenda Pawai Obor tercatat dihadiri oleh sekitar 200 orang yang terdiri dari para Pengurus, anggota Tasjidan serta Masyarakat Desa Tanjung Sari yang dikomandoi langsung oleh Kepala Desa serta jajaran.

Turut hadir dalam acara Milad ke-2 Tasjidan para penasehat Tasjidan yakni, Aki Andut, Ing Wangi Sajira dan juga Ki Tamin.

Perayaan Harlah Tasjidan tersebut juga diramaikan oleh kehadiran 80 Perguruan dari Kota Bekasi,Kabupaten Bekasi, Cikampek, Karawang, Purwakarta, Tanggerang, Jakarta, Depok serta Bogor. mereka mengisi acara juga dengan mementaskan keahlian nya masing-masing,seperti Silat, Debus, dan kebolehan bela dirinya.(*)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: