Jaga Ketersediaan Sumber Pangan, BKP Kementan Fokus Bantu Pembinaan Gapoktan

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau, selain dilakukan melalui peningkatan produksi pangan juga memperpendek mata rantai distribusi pangan.

Dalam kaitan ini Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan pembinaan kepada 1156 Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) yang tersebar diberbagai tempat.

“Selain itu juga dibangun 3.655 Toko Tani Indonesia (TTI) dan TTI Center yang saat ini berkembang di 20 provinsi,” ujar Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Salah satu Gapoktan yang cukup pesat kemajuannya adalah Gapoktan Sinar Abadi yang kegiatannya meliputi penyimpanan gabah/beras, penjemuran, pengolahan serta cadangan pangan di Banjar Bongan Jawa.

Gapoktan yang berada di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan berdiri 15 Agustus 2008 dengan anggota 247 berasal dari 5 Kelompok Tani. Gapoktan ini sudah melakukan kemitraan usaha dengan 11 TTI di Bali.

Menurut Ketua Gapoktan, I Ketut Sukarta, tahun 2016 pihaknya mendapat bantuan program usaha pangan masyarakat dari BKP Kementan sebesar Rp 200 juta yang digunakan diantaranya Rp140 juta untuk pembelian gabah dan Rp60 juta lainnya untuk biaya operasional. Sedangkan pada tahun 2018 hanya mendapat bantuan biaya operasional.

“Bantuan tersebut sangat membantu bagi kelompok kami, untuk membeli gabah petani dan menjual berasnya ke TTI,” ujar Ketut.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan yang diterima digunakan untuk membeli gabah petani dan sebagian untuk operasional.

“Kami sudah melakukan 3 putaran pembelian gabah petani. Dan akan terus berkembang. Kami jual dengan mitra kami ke 11 TTI dengan harga Rp. 8.200,- dan TTI menjual Rp.8.500,- langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Ketut mengatakan bila pihaknya sudah memulai penjualan beras ke selain TTI dengan cara e-commerce sehingga dapat mengatur pengiriman barang sesuai order dari TTI.

Pengelola TTI Subak Bengkel, Pande Putu Widya mengatakan bila sistem pemasaran melalu sistem e-commerce ini merupakan lompatan besar dalam penjualan beras.

“Melalui e-commerce kami bisa lebih cepat melayani masyarakat, bahkan omsetnya terus meningkat,” tambahnya.

Pande mengatakan, saat ini pemasaran dengan sistem ecommerce sementara ini baru dilakukan antara gapoktan dan TTI.

“Kalau masyarakat pembeli kami hanya mengunakan komunikasi lewat handphone atau penjualan langsung,” ujarnya.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi yang berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu mengaku senang melihat kinerja Gapoktan yang mendorong penyerapan gabah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Usaha gapoktan ini harus terus berjalan dan berputar membantu menyerap gabah petani dan menjual beras dengan harga terjangkau kemasyarakat,” ujar Agung.

Sedangkan mengenai permintaan bantuan alat pengering gabah, Agung berpesan agar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Pertanian.

“Tahun ini pemerintah mengadakan bantuan 1.000 dryer untuk gapoktan, agar usahanya lebih maju dan kesejahteraan petani meningkat,” pungkas Agung.(*)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: