Resah Peredaran Ganja, Tokoh Adat Desa Skouw Minta Pengamanan Perbatasan Diperketat

PAPUA – Ondoafi (Kepala Suku) Kampung Skouw Mabo, Yan Mallo, meminta kepada aparat penegak hukum untuk membangun pos terpadu di wilayah perbatasan RI – PNG.

Pasalnya, ia merasa resah akan maraknya peredaran ganja di kampung – kampung di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

“Daerah perbatasan rawan penyelundupan ganja. Siapa yang bisa mengatasi hal ini? Saya meminta kepada semua pihak mari bekerja sama untuk memerangi kejahatan ini,” pintanya.

Yan Mallo menceritakan pengalamannya saat menjumpai pemuda di kampungnya yang kedapatan sedang menghisap ganja.

“Ada pemuda menghisap ganja sampai tidak kenal orang tuanya. Ini sangat memalukan bagi kami, mencederai jati diri kami,” ucapnya, di Balai Kampung Skouw (6/9/2018).

Dituturkannya, kampung – kampung yang ada di wilayah perbatasan rentan penyelundupan ganja dari PNG, baik melalui jalur laut maupun jalur darat.

“Kampung – kampung ini merupakan garda depan RI, karena itu saya meminta untuk dibangun pos terpadu,” kata dia.

Menanggapi harapan ondoafi kampung Skouw Mabo, di tempat yang terpisah Dansatgas Yonif PR 501 Kostrad, Letkol Inf. Eko Antoni Chandra yang dijumpai di Pos Pengamanan Perbatasan mengatakan untuk mencegah peredaran ganja pihaknya selalu melakukan sweeping dan patroli bersama dengan masyarakat.

“Masyarakat di Skouw berperan aktif mencegah peredaran ganja,” ujarnya.
Ia menyampaikan pihaknya tentu saja akan berpartisipasi jika dibangun pos terpadu TNI/Polri dan instansi terkait. Dikatakannya, ganja yang masuk ke wilayah RI melalui jalan tradisional dan upaya penyelundupan biasanya dilakukan pada malam hari.

“Dari Maret – Agustus 2018, kami telah mengamankan 26,5 kg ganja dengan jumlah tersangka 65 orang dari 30 kasus. Ini sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian,” kata Eko Antoni Chandra.

Jumlah tersebut, kata Eko Antoni, masih ditambah dengan 7 kg ganja yang diamankan tanpa tersangka.

“Kendala kami, saat dilakukan sweeping tersangka melarikan diri ke wilayah PNG. Ini bukan teritori kami,” ucapnya. (YA)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: