Setengah Triliun Belanja Pegawai Penyebab Defisit APBD Pemkot Bekasi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 yang kemungkinan besar akan dialami oleh Pemerintah Kota Bekasi ditengarai salah satunya akibat belanja gaji Tenaga Kerja Kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Tercatat Pemerintah Kota Bekasi harus membayarkan belanja gaji Tenaga Kerja Kontrak sejumlah 565 Milyar Rupiah untuk 11.388 pegawai kontrak di luar pengeluaran gaji untuk ASN dengan jabatan administrasi, fungsional dan pimpinan tinggi dimana sebelumnya pada tahun 2017 lalu alokasi anggaran untuk gaji pegawai kontrak hanya Rp 390 miliar untuk membayar honor 5.151 orang.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman menjelaskan bahwa dana gaji TKK yang melebihi angka setengah Triliun untuk 11 ribu pegawai lebih masih dapat ditutup oleh APBD selama 10 bulan ke depan.

”Dana untuk gaji dan tunjangan pegawai kontrak masih bisa dibebankan memakai APBD hingga sekarang. Total anggaran gaji yang dikeluarkan untuk gaji pegawai kontrak Rp 565 miliar, sampai sekarang, semua gaji TKK terbayarkan. Tidak ada yang tertunda,” jelas Sopandi, Selasa, (4/9/2018).

Senada dengan Sopandi, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Koswara Hanafi membenarkan bahwa defisit anggaran Pemerintah Kota Bekasi salah satu faktornya memang dipicu oleh besarnya anggaran untuk gaji pegawai kontrak ditambah lagi perencanaan anggaran gaji TKK hanya cukup untuk membayarkan gaji selama 10 bulan dari 12 bulan.

”Tingginya gaji pegawai kontrak, salah satu penyebab potensi terjadinya defisit,” ucapnya. Koswara juga
“Anggaran gaji TKK ini yang menyebabkan tingginya nilai belanja ketimbang nilai pendapatan yang ada,” ucapnya juga.

Tidak sampai disitu, dirinya juga memaparkan, defisit yang dialami Kota Bekasi dipantik oleh tiga faktor besar. Di samping belanja pegawai, dua faktor lain yakni, Penggunaan Anggaran (Silpa) yang awalnya diprediksi Rp 550 miliar, namun setelah diperiksa oleh lembaga terkait hanya menyisakan Rp 250 miliar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi yang berhasil dicapai kurang dari target yang sudah ditetapkan.

Untuk menutup defisit APBD, Koswara akan menata ulang program-program dan kegiatan yang tidak menjadi prioritas di 56 Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Kota Bekasi.

”Kami sedang berupaya merasionalisasi anggaran agar tidak defisit di penghujung tahun, kemudian sektor pendapatan digenjot lagi sesuai target, serta evaluasi lagi kegiatan lainnya yang dapat menekan beban anggaran,”” cetusnya.

Untuk diketahui, Pemkot Bekasi tahun ini menargetkan PAD sampai akhir tahun Rp 2,4 triliun, namun potensi yang bisa digali hanya mencapai Rp 2 triliun atau minus Rp 400 miliar.

Dari keterangan resmi yang diterima, Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi menargetkan pendapatan daerah pada 2018 mencapai Rp 5.386.109.580.209,00.

Rinciannya, dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2.431.127.344.183,00, Bagian Dana Perimbangan Keuangan sebesar Rp 1.678.443.847.626,00, lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 1.276.538.388.400,00

Sedangkan untuk Penerimaan Pendapatan Daerah tahun 2018 yang berhasil diterima sampai tanggal 29 Agustus 2018 sebesar Rp 3.099.349.078.610.93 atau 57.54% terdiri dari PAD sebesar Rp.1.235.365.869.146,93 atau 50.81%, Bagian Dana Perimbangan Keuangan sebesar Rp.1.141.325.236.674,00 atau 68.00%, Lain-lain pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 722.657.972.790,00 atau 56.61%.

Adapun sisa target pendapatan daerah yang harus dicapai sampai dengan akhir Desember 2018 sebesar Rp. 2.286.760.501.599,07.

Upaya-upaya dalam memenuhi pencapaian target pendapatan daerah hingga akhir tahun 2018 ini salah satunya melakukan verifikasi dan penagihan piutang pajak daerah bersama Inspektorat Kota Bekasi seperti PBB, pajak Hotel, pajak restoraan, pajak Reklame, pajak Parkir, Pajak Air Tanah dan pajak Hiburan. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: