Tertipu 26 Juta Oknum Hotel Amanuba, Supplier Buah Unjuk Rasa Seorang Diri

Megapolindonesia.com

BOGOR – Seorang pengusaha supplier sayur,buah dan bahan kering, Natanel Purba, berunjuk rasa seorang diri di gerbang masuk Amanuba Hotel and Resort, Jalan Rancamaya,No.37, Bojongkerta, Bogor Selatan. Ia sengaja membentangkan sejumlah poster, karena kecewa ditipu oleh oknum kepala purchasing yang juga merangkap kepala keuangan Hotel Amanuba, bernama Agus.

Aksinya ini cukup membuat heboh dan menarik perhatian banyak pengguna jalan.

“Sudah 4 bulan, barang-barang belanjaan saya belum dilunasi. Pihak hotel pun tidak ada niat baik, karena hingga saat ini mengelak untuk ditemui,” kata Natanel, saat ditemui wartawan, disela-sela aksi pada
Kamis (30/8/2018).

Ia bercerita, jika kasus dugaan penipuan ini bermula saat Natanel, pemilik Rodear Supplier, diminta untuk mengirimkan dan mensuplai sayur dan groseries atau bahan kering ke hotel amanuba oleh Agus pada akhir April 2018. Agus yang mengaku Kepala purchasing Hotel Amanuba, berjanji akan membayar semua biaya belanja tersebut tempo 1 bulan.

“Dia menelepon saya, untuk mengirimkan surat penawaran ke hotel Amanuba, 26 April, lalu. Kami sempat ketemu di hotel, hingga akhirnya sepakat untuk mengirimkan sayur dan sembako, dengan total Rp 21,5 juta pada 1 Mei,” ucap Natanel.

Usai pemesanan pertama itu, Natanel yang juga warga Ciracas, Jakarta Timur ini, kembali diminta untuk memenuhi orderan sayur dan buah untuk hotel amanuba, dengan nilai invoice Rp 9,5 juta pada 18 Mei 2018

Semua order itu ditujukan untuk memenuhi stok bahan baku hotel jelang lebaran.

“Seminggu mau lebaran, tepatnya 6 Juni, saya diminta lagi untuk tetap mengirim sayur dan buah hingga invoice ketiga memcapai Rp 5,1 juta. Hingga order keempat pada 10 juli 2018, sebanyak Rp 837 ribu.

Namun malang, hingga kini, uang tersebut tak kunjung dilunasi pihak hotel. Berulang kali, Natanel mencoba mendatangi hotel untuk bertemu dengan pihak manajemen, tak membuahkan hasil.

“Saya berapa kali ke resepsionis dan ke satpam hotel untuk bertemu dengan manajemen. Saya bawa juga faktur pemesanan belanja yang diminta hotel. Namun, kata mereka, bapak Agus dan manajemen tidak ada di tempat,” sesalnya.

Nantanel berjanji akan terus melakukan unjuk rasanya untuk menuntut total belanjanya yang mencapai Rp 26 juta itu. Bahkan, ia juga berencana melakukan laporan polisi terkait kasus dugaan penipuan tersebut.

“Yang buat saya kesal, saat saya datangi resepsionis, mereka malah bilang pembayaran tergantung owner,bukan tanggung jawab management, jadi management tidak mau tau urusan pembayaran suplier, sebab owner yg bertanggung jawab soal pembayaran invoice suplier, masa begitu jawabnya,” pungkas Natanel.

Sementara itu, Kepala Purchasing, Agus, memilih bungkam saat wartawan mencoba meminta konfirmasinya via telepon.(DVD)

One Comment

  • Menurut saya pembayaran itu dilakukan oleh pihak manajemen atas intruksi dan pantauan langsung oleh owner yang dibuktikan dari nota-nota yang telah disediakan. Itu menurut saya, tidak tahu bagaimana dari pihak yang bersangkutan apa mungkin mempunyai otoriter sendiri dalam pengurusan keuangan mereka.

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: