Hendak Dicairkan, Kiriman Uang Dari AS Raib di Kantor Pos

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Sungguh pilu apa yang dialami Sumarni (48), warga Jalan Walang Baru VIII, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Bagaimana tidak? Ibu dua orang anak itu, mesti merugi setelah uang kiriman buat biaya anak sekolahnya, hilang diambil oleh orang tak dikenal di Kantor Pos Indonesia.

Diceritakan Marco Alberto (26) anak kandung korban, peristiwa yang mencoreng kantor pos bagi pelayanan publik itu terjadi berawal saat ayahnya yang berada di Amerika Serikat, mengirimkan uang kurang lebih sebesar Rp 7 juta untuk tambahkan biaya sekolah adiknya.

Namun sayang, saat hendak mencairkan, uang tersebut malah hilang sia-sia. Rupanya, orang misterius tersebut diduga memalsukan seluruh data-data dokumen milik Sumarni.

“Ayah saya kirim uang dan melalui jasa yang bekerja sama dengan Kantor Pos Indonesia. Dan pada Rabu (15/8/2018), ibu saya mendapat konfirmasi dari ayah saya jika kiriman sudah sampai dan bisa untuk dicairkan di Kantor Pos Indonesia,” katanya, Minggu (2/9/2018).

Mendapati itu, Marco bersama sang ibu langsung mendatangi Kantor Pos Indonesia biro Ampera, Jalan Ampera Besar, Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

“Karena kiriman tersebut atas nama ibu saya sebagai penerimanya jadi petugas Kantor Pos yang ada di sana pun meminta data diri seperti KTP, KK milik ibu saya untuk mengeceknya,” jelasnya.

Namun setelah dicek, sambungnya, petugas Kantor Pos tersebut mengatakan jika tidak ada kiriman atas nama ibunya. Hingga pihak Pos Indonesia langsung mengembalikan kartu identitas berupa KTP dan KK milik Sumarni.

“Kemudian pada Jumat (24/8/2018), kami kembali datang ke Kantor Pos itu. Dan kembali menanyakan tentang pengiriman uang itu kepada petugas yang lain. Tapi saat itu dijawab jika kiriman itu sudah dicairkan,” terangnya.

Karena merasa tidak pernah mencairkan, Marco dan ibunya pun mendesak untuk ditunjukkan bukti pencairannya. Saat itu ia dan ibunya ditunjukkan bukti pencairan yang menggunakan data diri yang palsu.

“Jadi KTP dan KK ibu saya itu yang digunakan dengan cara discan. Tapi foto di KTP-nya itu diganti dengan foto orang lain. Fotonya itu diganti foto seorang ibu-ibu yang menggunakan jilbab,” ungkapnya.

Percekcokan pun sempat terjadi. Korban yang merasa kena tipu menuntut keadilan. Hingga akhirnya Marco dan ibunya diarahkan untuk mendatangi Kantor Pos Pusat yang berada di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

“Setelah tidak ada solusi dan jawaban yang pasti, saya dan ibu saya akhirnya diarahkan untuk melaporkan ke Polisi. Dan kami diarahkan untuk membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor bukti laporan LP: 1363/K/VIII/2018/Restro Jakpus,” ujarnya.

Namun, ditambahkannya, hingga saat ini laporan tersebut pun juga belum ada tindak lanjutnya. Menurutnya, pihak kepolisian hanya memberikan jawaban masih dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan pihak Pos Indonesia belum dapat dikonfirmasi.

“Jadi sampai sekarang belum ada perkembangannya. Dan yang membuat kecewa, Kantor Pos Indonesia adalah kantor pelayanan publik tapi masih saja ada pegawainya yang melakukan penipuan dan pembohongan seperti itu,” ungkapnya. (DVD)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: