Faktor Prostitusi Anak Kalibata City, KPAI: Apartemen Minim Pengawasan dan Terima Sewa Harian

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati mengungkapkan fakta empat kasus prostitusi anak di Apartemen Kalibata City telah berhasil diungkap Kepolisian sejak 2015 – Januari 2017.

Diketahui para pelaku yang kini sedang diproses oleh Polsek Pancoran Jakarta Selatan mengakui merekrut korban melalui jaringan pertemanan, hubungan asmara hingga teman sepermainan di sekolah dan mayoritas korban yang direkrut berasal dari Depok dan Bogor.

“Fakta yang terungkap, kebanyakan pria hidung belang berhasil dihubungkan dengan yang menjadi pelanggan dari sejumlah aplikasi media sosial, seperti BeeTalk, Facebook, Lendir.org, dan WeChat. Kasus kejahatan ini adalah sindikat jaringan prostitusi, yang merekrut korbannya hingga ke Indramayu, Sukabumi, Tasikmalaya, Kuningan, dan beberapa daerah lain di Jawa Barat,”kata Ai, Minggu, (5/8/2017).

Ai juga menyoroti faktor kasus traficking yang terjadi kepada anak di bawah umur bisa terjadi di Apartemen Kalibata City dimana KPAI menemukan bukti bahwa ternyata akses masuk apartemen tertutup dan hanya bisa diakses oleh pemilik lantai, sehingga warga lain tidak bisa mengawasi siapa saja tamu yang masuk karena akses yang terbatas.

“Kami telah bertemu dengan perwakilan Rukun Tetangga (RT) dan perwakilan warga Apartemen Kalibata City untuk membahas dan merencanakan pembentukan Komunitas Anti Perdagangan Orang (Community Watch) dalam menangani kasus prostitusi anak yang diduga sebagai TPPO, faktor lainnya yaitu petugas keamanan yang kurang kooperatif dalam mencegah terjadinya kasus prostitusi,”

Selain itu banyak kamar apartemen yang disewakan bulanan atau mingguan atau harian sehingga penyewa sangat mudah berganti-ganti, adanya usaha seperti panti pijat, belum adanya aparat yang masuk untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan bebasnya penggunaan media sosial sehingga mempermudah adanya praktek prostitusi,” ujar Ati.(*)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: