Yan Lani, Anak Muda Papua Yang Memilih Jalan Jadi Petani Kopi

Megapolindonesia.com

PPAUA – Yanuarius Lani, pemuda Papua kelahiran tahun 1992 sejak beberapa tahun belakangan memutuskan untuk bertani kopi. Siapa sangka, kini namanya melejit sebagai petani muda yang berhasil. Produksi kopi dari hasil kebunnya, dicari oleh peminat kopi dari dalam dan luar negeri.

Yan Lani terjun ke kebun kopi berawal dari niatnya untuk membantu orang tua-nya yang sudah berusia lanjut.

“Saya terpanggil terjun ke dunia kopi karena melihat kondisi orang tua saya yang kemampuannya semakin terbatas. Saya meneruskan lahan bapak saya untuk mengembangkan kopi,” kisahnya.

Kini ia memiliki lahan sendiri seluas 2 hektar yang ditanam 3000 tanaman kopi dan berniat mengembangkan area perkebunan kopi hingga 5 hektar, di desa Walesi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Yan mengaku dari dua kali musim panen, produksi kopi Arabica dari kebunnya mencapai 68 ton per tahun. Padahal ia mendapatkan permintaan hingga 150 ton.

“Permintaan pasar meningkat 2x lipat, karena itu saya punya target untuk menambah area perkebunan kopi menjadi 5 hektar,” tuturnya.

Selain itu, kata Yan, dirinya juga berencana menambah jumlah pekerja di kebun kopi. Saat ini, Yan telah memiliki karyawan sebanyak 8 orang.

Untuk memperkenalkan kopi Wamena, Yan telah mengikuti pameran kopi baik di dalam maupun di luar negeri. Tak hanya itu, putra dari Maksimus Lani tersebut mulai dikenal sebagai barista Papua.

Karena kecintaannya akan kopi dan usahanya untuk mempromosikan kopi Wamena, Yan pernah mendapatkan kesempatan menyajikan kopi untuk Presiden Joko Widodo di istana negara.

Secara finansial, Yan mengaku pendapatan yang diperolehnya dari hasil bertani kopi cukup lumayan. Oleh karena itu, ia tergerak untuk mengajak anak – anak muda Papua lainnya agar tidak malu terjun ke perkebunan kopi.

“Saya mulai merekrut anak muda Papua untuk saya bina menjadi petani kopi. Ada beberapa orang yang tertarik terjun ke dunia kopi seperti saya,” ujarnya.

Ia meyakini perkebunan kopi akan menyerap banyak tenaga kerja dan petani tidak perlu cemas terkait dengan pemasaran, karena permintaan kopi Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Hasil produksi kebun kopi milik Yan, dijual dalam bentuk kopi gabah dan kopi bubuk.(YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: