Kopi Papua Jadi Komoditi Unggulan Tapi Kurang Daya Produksi

Megapolindonesia.com

PAPUA – Dataran tinggi Papua, di wilayah pegunungan tengah, memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan area perkebunan kopi.

Sejak jaman Belanda Moanemani di Lembah Kamuu, Kabupaten Dogiyai sudah dikenal sebagai sentra penghasil kopi. Daerah penghasil kopi lainnya di wilayah pegunungan tengah Papua ialah Deiyai, Paniai dan Jayawijaya.

Hingga saat ini, kopi Papua masih banyak memiliki peminat yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun sayangnya, jumlah produksi yang dihasilkan belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Tingginya permintaan pasar akan kopi Papua, dirasakan oleh Yanuarius Lani, petani kopi asal Wamena.

“Permintaan pasar tinggi, tapi kami belum mampu memenuhinya. Per tahun kami hanya mampu menghasilkan 68 ton, padahal permintaan sudah mencapai 150 ton,” kata Yan Lani.

Untuk itu, Yan Lani berencana melakukan perluasan area perkebunan kopi dengan target seluas 5 hektar. Saat ini ia hanya memiliki sekitar 3000 tanaman kopi yang ditanaman di lahan seluas dua hektar.

Sementara itu, salah seorang petani kopi asal Moanemani, Didimus Tebay, mengaku pihaknya kewalahan memenuhi permintaan pasar karena produksi yang kurang.

“Produksi kami kurang, persoalannya kurangnya regenerasi petani. Anak – anak muda tak mau lagi menjadi petani kopi,” ujar Didimus yang menjual kopi dalam bentuk kopi beras (green bean) dan kopi bubuk.

Didimus berharap, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Papua jeli melihat persoalan kopi dari hulu hingga kehilir.

“Bagaimana pemerintah bisa mencetak petani model atau petani panutan, itu yang akan memotivasi orang muda bisa terjun ke dunia kopi,” harapnya.

Peneliti kopi dari Puslitkoka, Agus Saryono, menyarankan ada dua hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi kopi Papua, yakni ekstensifikasi – intensifikasi perkebunan kopi dan mendorong sinkronisasi antara petani dengan pembeli.

“Sinkronisasi antara petani dengan buyer, karena kopi telah menjadi kebutuhan nasional bahkan internasional,” ujarnya.(YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: