KPAI: Kebijakan JKN Belum Berpihak Pada Kebutuhan Anak

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa peraturan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini masih jauh disebut dari ramah anak.

Komisioner bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawaty menjelaskan bahwa sesuai data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, hampir 60 persen angkat kematian bayi terjadi saat usia bayi belum mencapai 28 hari.

Oleh sebab itu, Sitti menilai perlu dilakukan perancangan khusus agar tindakan penanganan khusus rumah sakit harus memiliki keberpihakan kepada kepentingan terbaik anak.

“KPAI memberikan tiga usulan untuk rancangan Perpres No 16 tahun 2016 yangada intinya untuk keberpihakan pemerintah pada kepentingan anak-anak, yakni afirmasi dalam hal kepesertaan, pelayanan kesehatan dan pembiayaan,” ujar Sitti lewat siaran persnya, Kamis, (5/7/2018).

Di samping itu, menurut Sitti, KPAI akan terus memperjuangkan tercapainya poin-poin afirmasi tersebut untuk memperbaiki hal ini secara sistematis.

“Karena setiap saat pengunduran waktu ini, berakibat bertambah panjangnya anak-anak kita yang tak terlayani bahkan harus meregang nyawa, kita harus cegah itu, karena boleh jadi mereka adalah adik kita, keponakan kita, anak saudara kita, anak teman kita atau bahkan anak kita sendiri,” tegas Sitti.

3 hal yang perlu dilakukan terkait tindakan afirmasi yang dapat diakomodir dalam Raperpres JKN yang akan disahkan yakni :

  1. Afirmasi dalam hal kepesertaan ; usul KPAI seluruh anak Indonesia wajib masuk ke dalam PBI (Penerima Bantuan Iuran) sampai terbukti anak tersebut dari keluarga mampu maka dia beralih menjadi PBU.

  2. Afirmasi dalam pelayanan Kesehatan ; termasuk di dalamnya penanganan oleh tenaga medis yang kompeten, waktu tindakan yang pendek, fasilitas sarana kesehatan yang memadai dll.

  3. Afirmasi dalam pembiayaan ; tak bisa dipungkiri, di tengah deraan defisit anggaran, masalah pembiayaan kesehatan menjadi sulit. Namun menurut KPAI, akan semakin sulit lagi, karena jika pemerintah hanya mau membayar murah pada saat ini, maka di masa depan, pemerintah harus membayar sangat mahal untuk masa depan anak yang tergadaikan sekarang ini. (*)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: