Berhasil Lumpuhkan Begal, Pemuda Bekasi Dapat Penghargaan Dari Kepolisian

Irfan dan Ahmad Rofiq (dok.Kumparan)

Megapolindonesia.com

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Muhammad Irfan dan Ahmad Rofiq atas keberanian dua orang pemuda tersebut melawan begal yang sempat ingin mengancam kedua nyawa mereka jembatan Summarecon, Bekasi pekan lalu.

Singkat cerita, pembegalan terhadap Irfan dan Rofiq terjadi pada Rabu (23/5/2018) malam saat keduanya sedang nongkrong di pinggir jalan layang Summarecon. Didatangi oleh dua orang mencurigakan yang kemudian diketahui bernama Aric Saipulloh dan Indra yang bermaksud membegal mereka menggunakan sajam, Irfan tak gentar untuk melawan Aric dan temannya dengan merebut sajam milik kedua pelau begal tersebut. Akibat perlawanan Irfan tersebut Aric dan Indra kemudian kabur dan pergi ke rumah sakit. Tapi nyawa Aric akhirnya tak bisa diselamatkan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto mengapresiasi tindakan kedua pemuda yang belakangan diketahui merupakan jebolan pesantren di Madura atas keberaniannya memberantas tindak kejahatan. Tindakan Irfan ini juga diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk masyarakat, khususnya untuk kepolisian.

“Barusan kita menyaksikan penerimaan penghargaan terhadap warga masyarakat Mas Muhammad Irfan dan Mas Rofiq, dua-duanya 19 tahun tapi mempunyai nyali dan kemampuan untuk menggagalkan perampokan, tepuk tangan untuk mereka berdua,” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto usai memberikan penghargaan, Kamis (31/5/2018).

Indarto juga memastikan Irfan dan Rofiq dibebaskan dari segala tuntutan hukum dengan menggunakan Pasal 49 Ayat 1 tentang pembelaan paksa korban kejahatan yang menyimpulkan bahwa tindakan keduanya melawan begal hingga penjahat itu tewas dinilai sebagai bagian dari bela diri sehingga tidak dijatuhi hukuman apapun.

“Paling pentingnya, punya nyali dan kemampuan. Dia berani menggagalkan perampokan yang kalau dia tidak lakukan itu dia akan dilukai lebih parah atau bisa meninggal dunia karena itu jatuhnya bela paksa. Dan bela paksa itu dibenarkan oleh KUHP Pasal 49 Ayat 1 dan tidak dapat dipidana. Untuk itu kita berikan apresiasi kepada beliau,” jelas dia.

Indarto juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam melawan kejahatan sangat membantu tugas kepolisian. Sudah saatnya, polisi tak perlu ragu melawan penjahat karena warga-warganya sudah memiliki keberanian.(RF/K)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: