Komnas HAM: Terorisme Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan

Megapolindonesia.com

PAPUA – Kepala Perwakilan Komnas HAM di Papua, Fritz Ramandey, mengatakan sejak 2014 – 2016 Komnas HAM Papua telah mendapat pengaduan resmi terkait gerakan radikalisme dan terorisme di Papua.

“Jayapura – Keerom, Timika, Wamena, dan Papua Barat yakni di Sorong,” kata Fritz.

Fritz Ramandey mengatakan terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Untuk itu, tidak ada pilihan lain bagi aparat keamanan untuk melakukan seluruh tindakan terhadap gerakan – gerakan tersebut.

“Polisi tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri, butuh partisipasi semua pihak. Kita harap kepolisian mengambil langkah maju,” kata Fritz, Jumat malam (18/5/2018).

“Kalau kita bicara konteks HAM dalam hukum Tuhan tak bisa dibatasi, tetapi kalau bicara HAM dalam konteks hukum HAM bisa dibatasi dalam rangka memberikan jaminan HAM kepada warga negara lainnya,” tegas Fritz.

Menurut Fritz HAM dalam konteks hukum HAM, seseorang HAMnya bisa dibatasi, dikurangi bahkan dicabut dalam konteks perintah undang – undang. Karena itu tindakan kepolisian harus berpedoman pada undang – undang kepolisian, protab dan sebagainya sehingga polisi tidak tergelincir isu – isu pelanggaran HAM.

“Polisi dapat mengambil langkah untuk menghentikan sel terorisme dan gerakan yang lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan hanya ada 2 lembaga yang punya kewenangan diskresi, yakni kepolisian dan kejaksaan. Kepolisian dapat mengesampingan aturan hukum yang lain untuk kepentingan hukum dan ketertiban yang lebih luas.

“Polisi tidak harus berkutik terlalu jauh menunggu aturan yang lebih khusus. Tindakan kepolisian, selain punya diskresi, ada aturan hukum lain yang memberi kewenangan hukum kepada polisi untuk melakukan tindakan kepolisian. Ketika polisi tidak melakukan tindakan kepolisian maka polisi dapat diduga melakukan pembiaran dan itu dikategorikan pelanggaran HAM. Karena itu seluruh tindakan kepolisian wajib dilakukan, tidak boleh tidak,” tegasnya. (YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: