Buku Pilkada dan Intelijen Paparkan Pendekatan Berbeda Pemenangan Pilkada

Megapolindonesia.com

JAYAPURA – Stepi Anriani, akademisi dan pengamat intelejen memaparkan gagasan bukunya di Jayapura (16/5/2018). Bertempat di salah satu café di Kota Jayapura, buku berjudul Intelejen & Pilkada; pendekatan strategis menghadapi dinamika pemilu dibedah oleh tiga orang narasumber, yakni Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George E. Supit, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Ketua KPU Papua, Adam Arisoi.

Buku setebal 225 halaman ini, berfokus pada pemikiran jika pilkada adalah adu gagasan demi memberikan yang terbaik untuk rakyat, maka strategi pemenangannya penting untuk dicermati. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah “pendekatan intelejen”, dan inilah yang menjadi fokus utama buku ini.

“Gagasan strategi baru, saya namakan pendekatan intelejen. Bagaimana memenangkan kontestasi pilkada dengan mengurangi money politic, mulai dari rekrutmen tim sukses sampai menyiapkan tim cyber, menggunakan cara pendekatan intelijen,” terang Stepi.

Lebih jauh Stepi mengatakan dalam bukunya dijelaskan bagaimana memenangkan pilkada tanpa kecurangan, bagaimana cara merekrut dan memilih koordinator timses, strategi memanfaatkan media sosial, tim cyber untuk kontra propaganda, penggalangan dan menghadapi lawan.
“Roh buku ini ialah pendidikan politik,” ujarnya.

Direktur Cendrawasih Reading Centre, Michael Jarisetouw mengatakan pembahasan tentang buku ini menjadi bagian dari konstruksi tentang pilkada aman, damai dan bermartabat.

“Paslon bisa menggunakan ilmu intelejen dalam memenangkan pilkada secara bermartabat. Intelejen bukan domain negara, kalau mau sukses di bidang apa saja, harus dapat memahami dan memanfaatkan ilmu intelejen untuk mencapai sukses,” ujarnya. (YA)

Beri Komentar

%d bloggers like this: