Ketum Baladhika Karya Desak DPR Segera Terbitkan Revisi UU Terorisme

Megapolindonesia.com

BEKASI – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Baladhika Karya, Nofel Saleh Hilabi mendesak kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) agar segera menyelesaian revisi dan melakukan pengesahan terhadap Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme yang akan menjadi landasan hukum bagi Kepolisian Republik Indonesia untuk mencegah lebih dini setiap tindakan teror yang akan dilakukan oleh pelaku teror.

“Kami juga akan mendukung penuh Bapak Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Anti Terorisme sebagai payung hukum bagi Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan tindakan yang cepat dan efektif dalam mencegah setiap tindakan teror yang akan terjadi,” tegas Nofel, Selasa, (15/8/2018).

Selain itu, menyampaikan rasa dukanya kepada kepada seluruh korban serangan teror yang tidak beradab.

Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah sikap tegas yang akan dilakukan dan disosialisasikan oleh Baladhika Karya guna mengantisipasi kemunculan dan ancaman terorisme yang menurutnya sangat mengganggu ketenangan bangsa Indonesia.

“Kami sangat menentang keras segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh pelaku teror apalagi mengatasnamakan agama, karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan tindakan-tindakan terorisme,” ujarnya.

“Untuk itu kami mendukung sepenuhnya setiap tindakan dari seluruh petugas keamanan, baik dari Kepolisian Republik Indonesia, maupun dari unsur TNI, untuk memberantas seluruh jaringan-jaringan gerakan terorisme yang ada di Indonesia, mulai dari pelaku di tingkat bawah, sampai dengan pelaku yang menjadi otak dari seluruh teror yang terjadi di NKRI,” lanjut Nofel.

Terakhir, ia akan meminta atau menghimbau para kader Baladhika Karya di seluruh wilayah Indonesia agar bersedia mengambil peran aktif dalam mendukung setiap tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya tindakan terorisme di wilayah masing-masing.

“Intinya ayo kita sama-sama bergandengan tangan dan berdoa kepada Tuhan agar kondisi bangsa kita, bangsa Indonesia dan kedamaian dapat terwujud kembali,” pungkasnya.

Seperti kita ketahui sebelumnya, bangsa Indonesia dikejutkan dengan terjadinya beberapa peristiwa teror di beberapa wilayah, yaitu penyerangan Rutan Cabang Salemba Mako Brimob yang menewaskan enam Petugas Kepolisian Republik Indonesia yang dilakukan oleh Narapidana Terorisme.

Kemudian menyusul penyerangan bom bunuh diri terhadap tiga gereja di wilayah Surabaya yang menewaskan tiga belas jiwa dan melukai empat puluh tiga orang lainnya. Serta yang terakhir ialah penyerangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Kota Surabaya yang melukai sepuluh orang.(MG)

Beri Komentar

%d bloggers like this: