Peduli Pendidikan, Komunitas Pecinta Alam Dirikan Rumah Belajar Gratis

Megapolindonesia.com

BEKASI – Pendidikan sudah selayaknya menjadi hak bagi setiap orang. Namun, tidak semua orang beruntung untuk bisa merasakan manisnya pendidikan. Jangankan untuk mengenyam pendidikan di lembaga sekolah, kadang untuk sekedar makan guna menyambung hidup pun sulit.

Tak jarang anak-anak jaman sekarang masih ditemukan banyak yang tidak bisa mendapatkan pendidikan. Padahal, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang sudah seharusnya mendapatkan bekal kehidupan melalui pendidikan.

Lantaran kesulitan ekonomi, bahkan kurang sadarnya orangtua akan pentingnya pendidikan pun menjadi salah satu faktor yang tidak bisa dielakkan bagi anak-anak yang akhirnya tidak bisa bersekolah.

Demikianlah yang menjadi salah satu penggugah bagi Komunitas Pecinta Alam (KPA) Cekakpala untuk mendirikan sebuah wadah pendidikan non profit bagi anak-anak kurang beruntung yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

Ialah Rumah Senja. Sebuah wadah pendidikan gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak usia mulai 5-12 tahun dengan tingkatan pendidikan setara Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rumah Senja yang didirikan oleh KPA Cekakpala ini ternyata sudah memasuki usia ke-4 tahun sejak berdiri pada tahun 2014 lalu.

Terletak di Komplek Jati Unggul, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Rumah Senja kini sudah banyak memiliki dan menghasilkan anak didik dengan perkembangan pola pikir dan emosional yang lebih terarah. Kegiatan belajar pun dimulai pada hari Sabtu mulai pukul 15.30 – 17.30 WIB dengan pelajaran dan pengajar yang berbeda-beda.

“Selain membuka wadah pendidikan gratis bagi anak-anak kurang beruntung, kami juga mempertimbangkan untuk membuat sistem prosedur pendidikan yang terstruktur agar visi dan misi Rumah Senja bisa tercapai,” ujar Ketua Umum KPA Cekakpala, Oki Ahmadiansyah.

Selain menerapkan sistem prosedur pendidikan yang kompeten, keberadaan Rumah Senja diharapakan mampu meningkatkan kualitas anak didik tidak hanya dari nilai kognitif, namun dalam segi emosional. Rumah Senja dikemas sedemikian rupa guna menyerupai sistem pendidikan di negara Firlandia.

Dengan memanfaatkan tenaga pendidik dari para anggota KPA Cekakpala, Rumah Senja juga mempersilahkan bagi siapapun yang ingin menjadi voulenteer guna menyumbangkan ilmu dan waktunya bagi Rumah Senja.

Pendidikan yang berikan kepada anak-anak di Rumah Senja pun bukan hanya sebatas mata pelajaran umum yang biasa diajarkan di sekolah-sekolah, tapi ada pula pendidikan character building, leadership, dan career day yang justru jarang diberikan di lingkungan sekolah.

Dengan penuh kesabaran dan kedermawanan, para pendidik Rumah Senja pun memberikan pendidikan kepada anak-anak kurang beruntung tersebut tanpa meminta atau mengharapkan imbalan materil dari para orang tua. Justru kadang, mereka melakukan jemput bola dan mencari anak-anak yang putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali untuk dibina dan dibimbing di Rumah Senja.

“Disini kami menerapkan konsep Fun & Learn dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) yang membuat suasana belajar menyenangkan. Dan kita juga menggunakan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang dipakai saat ini,” beber Oki.

Disisi lain, Pembina Rumah Senja, Faris Ismu Amie Hatala menegaskan, fokus utama Rumah Senja ialah untuk membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan serta meningkatkan wawasan para anak didik.

“Kalau hanya sebatas memberikan pengetahuan terkait pelajaran, anak-anak bisa belajar mandiri sendiri dirumah. Tapi alangkah pentingnya jika mereka bisa mempelajari berkenaan dengan character building dan leadership yang bisa membawa anak-anak menemukan jati dirinya atau bakat yang ada didiri mereka masing-masing,” jelas Faris.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah Rumah Senja, Agusti Nur Abib menambahkan, keberadaan Rumah Senja diharapkan bisa terus berkembang dan bisa menjadi pelopor lembaga pendidikan non profit dengan metode bimbingan belajar secara gratis.

“Yang pasti disini kami juga membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin bergabung dan menjadi bagian dari relawan pengajar di Rumah Senja. Dan Rumah Senja juga terbuka untuk siapapun bagi yang ingin belajar mengajar atau memilki bakat menjadi guru,” tutupnya.(MG)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: