Terbukti Lakukan Perdagangan Orang, Polisi Ringkus Dua “Mami” di Bekasi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota akhirnya berhasil menangkap dua tersangka berinisial ID (44) dan NY (22) yang diduga melakukan tindakan penjualan orang dan eksploitasi anak dibawah umur.

Kedua tersangka tersebut pun berhasil diringkus jajaran kepolisian di area Warung Jaka, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Senin malam (1/4/2018) lalu.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal, Ajun Komisaris Besar Polisi Jairus Saragih, sang korban berinisial WN yang merupakan warga Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara dijanjikan sebuah pekerjaan oleh kedua tersangka.

“Jadi korban itu diiming-imingi pekerjaan menjadi pemandu karaoke disalah satu cafe di Nabire, Papua dengan gaji Rp 100 ribu perjam,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (2/4/2018).

Awalnya, sang korban WN dengan salah satu tersangka, NY sudah saling kenal lantaran pernah sama-sama bekerja sebagai pengamen. Namun, korban WN yang tengah mencari pekerjaan akhirnya dibawa oleh tersangka NY untuk bertemu dan berkenalan dengan tersangka ID yang diduga merupakan pelaku mucikari.

“ID atau yang biasa disebut Mami ini akhirnya mengirim korban WN ke Nebire dengan cara pemalsuan identitas. Karena si korban masih dibawa umur, jadi si pelaku menggunakan identitas anaknya yang seolah-olah identitas itu adalah milik si korban,” beber Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota.

Korban WN pun akhirnya diberangkatkan ke Nabire melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar bulan Febuari 2018 lalu dengan akomodasi ditanggung oleh tersangka ID.

Setelah memberangkatkan korban WN, kedua pelaku pun menerima uang fee sebesar Rp 2 juta dari salah satu rekan tersangka ID di Nabire. Sedangkan tersangka NY menerima fee sebesar Rp 500 ribu dari tersangka ID.

“Ternyata, tersangka ID tidak hanya mengirim korban WN ke Papua. Ada dua korban lagi dengan inisial A dan WT yang menjadi korban dan dikirim ke Papua,” tambahnya.

Dengan sejumlah barang bukti berupa 1 unit handphone, buku rekening tabungan dan kartu ATM, pelaku pun dijerat dengan dua pasal, yakni Pasal 2 dan 6 UU RI No.21 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Eksploitasi Anak. Serta Pasal 88 UU RI No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan maksimal 15 tahun penjara.(MG)

Beri Komentar

%d bloggers like this: