Bank NOBU Dituding Bawa Kabur Uang Nasabah, Nilainya Capai 1 Milyar

Megapolindonesia.com

JAKARTA – National Bank (Nobu), digugat seorang nasabah terkait kasus penipuan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bank milik taipan Mochtar Riady itu dituding membobol uang nasabah bernama Dicky Derajat Muis sebesar Rp 1 miliar.

Kasus tersebut bermula saat Dicky bertemu dengan Rangga Adhiyasa, yang kini, eks pimpinan cabang Bank NOBU cabang Bandung Indah Plaza, Jawa Barat bernama pada 29 November 2016 lalu.

Dalam pertemuannya Rangga menawarkan program deposito berjangka sebanyak 6,5 persen dan mendapatkan kesempatan menerima Cash Back, sebesar 10 persen kepada Dicky.

Rangga tak kehilangan akal. Ia kembali menawarkan sejumlah program fantastis kepada Dicky. Uang cash back yang awalnya 10 persen, mendadak dinaikan menjadi 25 persen.

“Saya diiming-imingi bunga deposito yang besar, namanya nasabah pasti tergiur. Saya deposit duit, ternyata saya ditipu,” ujar Dicky, usai sidang dengan agenda duplik tergugat di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (17/4/2018).

Awalnya Dicky mengaku ragu, karena proses pendaftaran deposito yang cukup lama dan persenan fantastis yang di berikan. Dicky kemudian sempat menarik duitnya ke bank lain.

“Pak Rangga terus membujuk saya lagi untuk membuka deposito di NOBU dengan cash back sebesar 25 persen,” ujarnya.

Akhirnya Dicky tertarik dan kemudian Rangga memberikan formulir pemindahbukuan dari rekening tabungan ke deposito. Belakangan diketahui uang milik Dicky dilarikan ke PT Inti Sunda Mandiri, yang sama sekali tidak dikenal oleh Dicky.

“Dalam semua proses itu, dia (Rangga) yang mengisi formulir, saya hanya tanda tangan karena saya termasuk nasabah prioritas,” ujarnya.

Tak disangka, lanjutnya, tiga bulan berlalu, saat Dicky hendak mencairkan deposito, pihak bank Nobu tidak dapat mencairkan uang Rp 1 miliar milik nasabah. Alasannya, Bilyet deposito tidak terdaftar. Bahkan, formulir yang ditandanganinya bukanlah pemindahbukuan dari rekening tabungan ke deposito melainkan ke rekening lain atas nama PT Inti Sunda Mandiri. Dan check berisi uang sebesar Rp 250 juta yang diberikan kepadanya juga dikirim atas nama PT Inti Sunda Mandiri.

“Jadi seolah-olah saya bersekongkol. Logikanya ngapain saya nyolong duit sendiri?” ujarnya.

Dicky yang diketahui bekerja sebagai kontraktor itu, lalu melayangkan gugatan ke PN Jaksel. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Asyadi sembiring.

“Saya kesal, pelayanan Nobu gak bagus,” pungkasnya.

Di lain pihak, Staf Hukum Bank Nobu, M.Tony Arinof yang hadir di persidangan, enggan menanggapi berbagai tudingan tersebut. Bahkan, saat ditemui usai sidang. Pihak Nobu, menjawab normatif.

“Intinya kita ikuti proses yang ada. Semuanya akan kami buktikan di persidangan ,” ujarnya.

Dalam salinan duplik yang diterima, Bank NOBU membantah semua gugatan penggugat dan menyatakan jika pengguna tidak pernah menyimpan dananya sebagai deposito berjangka melainkan telah dikirimkan ke rekening lain atas nama PT Inti Sunda Mandiri.

“Sesuai slip setoran multiguna, berselang setengah jam setelah pemindahbukuan, penggugat juga menerima transfer sebesar Rp 250 juta dari PT Inti Sunda Mandiri,” tulis NOBU dalam dupliknya.

Sidang dengan agenda pembuktian akan dilanjutkan pekan depan. Kuasa hukum Dicky, Abimanyu SM Soeharto mengatakan, pihaknya akan menghadirkan saksi ahli untuk membuktikan gugatan kliennya. (DVD)

3 Comments

  • Denny

    HALAHHHHH NIPU2 JUGA INI ORANG, DASAR MARUK, MANA ADA JUGA CASH BACK SAMPAI 25 % LOGIKA AJA DIKIT NAPA, KOK SETELAH DUITNYA HILANG NUNTUT BANK YANG TIDAK BERSALAH, 100 % ITU SALAH LUUUU TAUUU.

  • bukan bank nobu nya kali, tp oknum nya..dan udah di pecat loh, jd trbukti klu oknum nya yg bermain, ingat kasus melinda dee gak…nah di situ kan oknum nya yg bandel

Beri Komentar

%d bloggers like this: