Pilkada 2018, Polda Papua Bakal Pantau Tiga Kabupaten Rawan Konflik

Megapolindonesia.com

PAPUA – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, kepada Megapolindonesia.com (15/4/2018) mengatakan Polda Papua telah melakukan ploting potensi konflik di 29 kabupaten/ kota yang ada di Papua.

“Ada beberapa daerah yang sampai sekarang masih proses gugatan hukum dan sampai sekarang belum tuntas,” ujarnya.

Menurutnya situasi kamtibmas tidak lepas dari situasi politik; pro dan kontra pendukung para kandidat, terlebih di 7 kabupaten penyelenggara pilkada.

“Yang jelas situasi kamtibmas sampai saat ini masih kondusif. Kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur tidak seperti tahun – tahun sebelumnya,” kata Kamal.

Ia menambahkan, hal itu tidak lepas dari sistem kampanye sekarang, yakni waktu kampanye lebih panjang, dan kampanye lebih banyak dilakukan secara tertutup untuk lebih mengenal visi misi para kandidat.

“Soal potensi konflik, kami sudah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu, berkaitan dengan situasi yang sedang berkembang,” lanjutnya.

AM Kamal menghimbau, jika ada pihak – pihak yang tidak puas dengan penyelenggaran pilkada, agar mengedepankan proses hukum.

“Proses hukum adalah langkah terbaik, jangan sampai mengadu kekuatan atau menggunakan cara – cara yang tidak wajar, misalnya memprovokasi massa,” himbaunya.

Khusus untuk tiga kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai dan Intan Jaya, menjadi perhatian khusus Polda Papua.

“Tiga kabupaten ini menjadi perhatian kepolisian, karena daerahnya cukup jauh, dan situasi politiknya berpotensi konflik.” Terangnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, saat ini polda Papua telah menempatkan masing – masing 2 peleton brimob, dan jumlah personil bisa ditambah sesuai dengan perkembangan kondisi yang ada. (YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: