KPU Papua: 5 Kabupaten Berpotensi Rawan Konflik Pilkada

Megapolindonesia.com

BEKASI – Ketua KPU Papua, Adam Arisoi menilai ada 5 kabupaten di Papua berpotensi rawan konflik dalam pelaksanaan pilkada di Papua. 5 kabupaten dimaksud, yakni Kabupaten Puncak, Mimika, Kota Jayapura, Nabire dan Intan Jaya.

“Dari hasil pemetaan, kami akan lakukan koordinasi dengan pihak keamanan sehingga analisa yang dilakukan oleh KPU ditindaklanjuti oleh pihak keamanan,” kata Adam di sela – sela acara rapat koordinasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua (10/4/2018).

Dikatakan oleh Adam, Kota Jayapura masuk dalam daerah titik rawan, karena di kota ini sentra pertemuan berbagai kepentingan.

Menurutnya, potensi kerawanan ini disebabkan oleh banyak hal, misalnya saja kandidat dan sejarah perjalanan pemilu 5 tahun sebelumnya.

“Intan Jaya, sengketa pilkada sebelumnya masih terus berlanjut sampai sekarang ini, dan ini perlu kita sampaikan sehingga menjadi tanggung-jawab kita semua untuk memberikan support agar Intan Jaya kembali normal, seperti biasanya,” kata Adam.

Sementara, untuk Nabire dinilai rawan karena kota ini menjadi kota transit untuk beberapa daerah di wilayah pegunungan tengah, sehingga perlu diantisipasi jangan sampai terjadi konflik.

“Untuk Kabupaten Puncak, kami membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak keamanan, sehingga konflik pilkada 5 tahun yang lalu tidak terulang,” lanjutnya.

Kabupaten Mimika dinilai rawan, karena implikasi gugatan yang dilakukan oleh incumbent sementara sedang berproses dan dikuatirkan mengganggu kamtibmas.

“Daerah rawan konflik ini dibuat dalam matrik dan akan disampaikan ke pihak Polda Papua,” pungkasnya. (YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: