Pengusaha Pakistan Bangun Pabrik Sabun Di Bekasi, Nilai Investasi Capai 15 Juta US Dollar

Megapolindonesia.com

BEKASI – Salah satu perusahaan asing asal Pakistan, PT Indo Sultan Jaya menanamkan investasinya di Indonesia senilai US$ 15 juta.

PT. Indo Sultan Jaya sendiri didirikan pada tahun 2015 di Indonesia sebagai diversifikasi atau ekspansi dari segmen utama agro-industri dalam bisnis buah dan sayuran lebih dari dua dekade di Indonesia.

PT Indo Sultan Jaya juga merupakan sebuah pabrik yang terletak di Jalan Jababeka XVI Kav. W -28, Jababeka Industrial Estate, Cikarang- BekasiĀ  dan memproduksi sabun jenis noddle soap berupa Sabun Toilet (Sabun Buah, Sabun Kecantikan, dan Sabun Pemutih), Sabun Cuci (RHINO) dan Sabun Serbaguna.

“Saya sudah lama tingal di Indonesia, dan salah satu yang melatar-belakangi saya untuk menanamkan investasi melalui perusahaan ini ialah karena Indonesia penduduknya mayoritas muslim, orangnya ramah,” ujar Presiden Direktur PT. Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan usai kegiatan Ceremony Inauguration, Rabu (28/3/2018).

Ia juga mengatakan, perusahaannya akan menargetkan produksi sabun, baik yang masih berupa bahan baku maupun yang sudah menjadi barang jadi sebanyak 50 ribu ton dalam jangka satu tahun. Adapun, bahan baku produksinya sendiri akan dibeli dari perusahaan-perusahaan lokal yang ada di Indonesia.

“Hasil produksi dari perusahaan kami akan di impor ke seluruh dunia dengan target ke 56 negara,” tambahnya.

Disisi lain, Duta Besar Pakistan untuk Republik Indonesia, Muhammad Aqil Nadeem menilai, investasi yang dilakukan pihak PT Indo Sultan Jaya merupakan bagian dari kerja sama perekonomian antara Pakistan dengan Indonesia yang sudah terbangun sejak 70 tahun silam.

“Perusahaan Pakistan di Indonesia mungkin memang belum banyak, tapi nanti kedepan akan terus bertambah,” ujar Aqil Nadeem dalam kesempatan yang sama.

Aqil Nadeem sendiri tidak merinci jumlah jumlah perusahaan asal Pakistan yang ada di Indonesia. Namun, dia memperkirakan nilai investasi pengusaha dari Pakistan di Indonesia mencapai US$ 3 miliar.(MG)

Beri Komentar

%d bloggers like this: