Demo Korban Penggusuran Ricuh, Satpol PP dan Demonstran Bentrok

Megapolindonesia.com

BEKASI – Demo korban penggusuran Pemkot Bekasi di gedung DPRD Kota Bekasi berakhir ricuh. Massa yang mengatasnamakan Forum Korban Penggusuran Bekasi (FKPB) bentrok dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (21/3/2018) siang.

Kericuhan terjadi saat massa yang sedang menggelar aksi teratrikal di depan lobi gedung DPRD Kota Bekasi dengan membakar ban seketika dibubarkan oleh aparat dan Satpol PP dengan menggunakan Alat pemadam kebakaran.

Baku hantam lantas terjadi antara massa dengan aparat beserta Satpol PP.

Selain baku hantam, aksi saling memaki antara masa dengan Satpol PP dan aparat juga tidak terhindarkan.

Massa akhirnya membubarkan diri saat aparat dan Satpol PP memaksa massa untuk bubar.

Salah satu peserta aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bekasi, Bowo mengatakan, mengecam tindakan represif oknum aparat dan Satpol PP.

Menurutnya, tidak seharusnya massa yang menggelar aksi dengan damai mendapat perlakuan represif.

“Kita di sini melakukan aksi dengan baik-baik dan damai. Tapi Satpol PP dan aparat jusrtu memprovokasi kami dengan upaya represif. Jelas ini tidak benar,” kecam Bowo.

Atas aksi represif tersebut, ia bersama rekan-rekan yang tergabung dalam FKPB beserta warga akan membawa persoalan ini ke jalur hukum.

“Kita ketemu nanti di kantor Polisi. Jelas kami tidak terima dengan perlakuan seperti ini. Kasihan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah tua. Mereka harus berhadapan dengan aksi represif aparat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat DPRD Kota Bekasi, M. Ridwan mengelak jika ada upaya represif terhadap demonstran.

Menurutnya, baik Satpol PP maupun aparat sudah melakukan tugas sesuai protap.

“Kalau sudah sampai bakar ban. Itu artinya protap harus sudah dijalankan. Jadi aparat maupun Satpol PP sudah bertugas menjalankan protap,” kata dia.

Dalam aksi tersebut, sejumlah demonstran mengalami luka ringan dan salah seorang demonstran bernama Robinson harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsang.

Sementara itu, tidak ada satupun wakil rakyat hadir menemui demonstran lantaran tidak ada satupun yang berkantor.

Demonstran sendiri adalah warga Pekayon yang menjadi korban penggusuran akhir tahun 2016 silam.(*)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: