Mobil Pribadi Calon Bupati Paniai Dirusak Massa

Megapolindonesia.com

PAPUA – Mobil pribadi calon bupati Paniai, Hengky Kayame yang juga petahana, pada hari Sabtu siang (10/3/2018) dikabarkan dirusak oleh massa. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Hengky Kayame membenarkan hal tersebut.

Hengky mengatakan pada saat kejadian dirinya berada di dalam mobil. Namun beruntung, dirinya selamat, sementara mobil mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Massa menghadang saya kemudian merusak mobil. Mereka menuntut paslon jalur independen disertakan dalam pilkada,” terangnya.

“Ini saya baru keluar dari rumah sakit, diperiksa, saya dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

Ia menduga pelaku pengrusakan mobil adalah pendukung paslon dari jalur independen yang pencalonannya telah dibatalkan oleh KPUD setempat.

Untuk itu, ia menuntut salah satu paslon dan KPU bertanggungjawab atas persoalan tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan kejadian pengrusakan mobil tersebut telah dilaporkan kepada Polres Paniai. Dan, mobil yang dirusak sementara berada di polres sebagai barang bukti.

Sementara itu, Ketua KPU Paniai, Yulius Gobay, yang dihubungi secara terpisah melalui sambungan telepon mengatakan telah mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut.

“Kejadian pengrusakan di Enarotali, saya berada di Madi, cukup jauh dari lokasi,” tuturnya.

Yulius mengatakan kejadian pengrusakan mobil petahana tersebut, terkait dengan tuntutan massa agar tiga paslon yang telah dibatalkan pencalonannya oleh KPU agar bisa ditetapkan kembali sebagai paslon.

Mengenai pembatalan tiga paslon tersebut dilakukan atas dasar putusan panwas Paniai dalam sidang sengketa pilkada Paniai, dimana Hengky Kayame menggugat KPU Paniai soal penetapan paslon bupati dan wakil bupati Paniai dari jalur independen.

Ia mempersoalkan data KTP nasional dan surat keterangan yang digunakan dalam jalur perseorangan yang dinilai tidak valid. Dalam sengketa tersebut, panwas memutuskan untuk membatalkan paslon dari jalur perseorangan.

“Makanya KPU lakukan SK pembatalan, supaya dijadikan sengketa. Ketiga paslon dari jalur perseorangan, membawa persoalan tersebut ke PTUN Makasar, namun ditolak karena dinilai tidak ada kasus,” kata Yulius.

“Setelah itu, mereka membawa persoalan ini ke Mahkamah Agung. Namun, sampai hari ini saya belum dipanggil. Kalau MA memanggil saya, tentu saya akan datang,” kata dia. (YA)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: