Dugaan Child Trafficking, Pasutri Banderol Harga Bayi Kandung 10 Juta Rupiah

Megapolindonesia.com

BEKASI – Dugaan praktik penjualan bayi yang dilakukan ibu kandungnya santer terdengar mengegerkan dari ujung hingga gang sempit, di kawasan Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dikabarkan, seorang ibu yang tega menjual bayinya yang dilahirkannya tiga bulan silam bermotifkan alasan ekonomi. Sang ibu, M dikabarkan menumpuk utang, sehingga tega menjual S bayinya pada oknum kepala sekolah di Kawasan Setia Darma, Tambun Selatan.

Sore jelang maghrib tampak S sang bayi mungil tak berdosa ini menangis kecil tatkala pindah ke dekapan sepasang pria wanita yang tergopoh gopoh membawa sang bayi pada Jumat (2/3/2018) sore dari rumah pasutri M dan Y.

“Ya, sebetulnya bukan masalah ekonomi kayaknya. Emang si M itu punya utang, itu juga paling hanya Rp 450 ribu, kayaknya emaknya pingin bebas nggak mau urus, pingin ngelayap,” tukas J, rekan dekat Mursidah saat dikonfirmasi megapolindonesia.com pada Sabtu (3/3/2018).

Menurut J bahwa bayinya dibawa sepasang lelaki dan perempuan. Mereka bukan kerabat atau keluarga pasutri M dan Y. Menurut pengakuan M pada J, bayinya bakal diasuh saudaranya di Rawamangun.

“Setahu saya M nggak punya saudara di Rawamangun. Memang sebelum M jual bayinya sempat ngomong, tapi nggak nyangka beneran dijual. Ya sekampung geger sampai kompleks bawah. Heboh dari ujung kampung ke kampung, sampai komplek BTN juga lagi pada ngomongin heboh jual bayi,” lanjutnya.

Data yang berhasil dihimpun hingga Senin (5/3/2018) Suami M yang berprofesi tukang parkir tampaknya setuju saja jika sang istri nekat jual bayinya. Sejak jual bayi, M yang suka begadang hingga subuh ini tampak bebas sebagai wanita.

“M itu suka pergi, nanti subuh baru pulang. Suaminya aja yang bodoh, kemarin habis jual bayinya borong ke pasar. Beli baju segala macem. Nebus VCD Rp 120 ribu belum speaker aktif, pokoknya buat seneng senenglah. Walaupun M sakit TB Paru, sekarang kan uang banyak, sakitnya hilang kali,”imbuhnya.

Data yang diperoleh dilapangan sumber warga dan sahabat M, diketahui S dijual pada oknum kepala sekolah senilai Rp 10 juta, rinciannya Rp 8 juta buat M alias Kimung. Sementara itu kerabatnya A dan S alias Boy yang merupakan warga Kampung Siluman tersebut mendapat bagian komisi Rp 2 juta berperan sebagai perantara.

Kasus demi kasus marak terjadi di Desa Mangunjaya karena ketidakpedulian warga, RT/RW dan lingkungan sekitar. Individualistik telah merasuki masyarakat di kampung tersebut. Dari kasus warga sakit disolasi, penelantaran orang sakit tanpa diobati hingga menemui ajal, kasus upal, narkoba, dan banyak kasus lainnya.

Atas perbuatannya pasutri M dan Y bisa terancam Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTTPO) dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (NTS/Yd)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: