Nilasari Safitri, Berawal Dari Hobi Sekarang Jadi Bos Studio Fotografi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Salah satu cara mengabadikan sebuah momen berharga adalah dengan berfoto bersama. Baik bersama keluarga, kekasih, sahabat, rekan kerja, atau sanak saudara.

Zaman sekarang, fotografi bukan hanya berbicara tentang hasil jepretan kamera yang memiliki banyak jenis pilihan lensa yang mampu menghasilkan foto yang luar biasa. Tapi tentu saja, teknik fotografi yang menjadi salah satu kunci untuk bisa menghasilkan foto yang penuh makna.

Namun tentu saja, para fotografer tetap harus memiliki kemampuan tersendiri untuk bisa menghasilkan sebuah foto yang memiliki cerita, makna dan arti untuk mengabadikan setiap momen berharga.

Nilasari Safitri, wanita kelahiran Bandung yang sudah menggeluti dunia seni fotografi sejak 2006 silam membuat wanita yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Jepang ini akhirnya memilih untuk menggeluti dunia fotografi.

Ia pun mengakui, sejak masih duduk dibangku SMA, tepatnya tahun 1989 silam, ia telah memiliki hobi fotografi yang ia tuangkan dengan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler fotografi di sekolahnya.

“Dari SMA memang hobi fotografi. Kalau dulu belajar fotonya ya di ekskul fotografi sekolah. Dengan kondisi kamera yang jadul ya. Tapi disitu suka ajah sama dunia fotografi, khususnya seni fotografi,” ujar Nila saat berbagi cerita.

Usai lulus dari bangku SMA, Nila remaja pun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan memasuki salah satu universitas di Bandung, Sekolah Tinggi Yapari Bandung, ia pun menamatkan gelar Sarjana Strata 1 (S1) dengan sangat baik.

“Selama kuliah, sekitar tahun 1990-1992 saya ikut kursus design grafis untuk menambah kemampuan saya dibidang design. Hal itu juga untuk menambah wawasan saya di bidang fotografi,” tambahnya.

Dengan mengantongi ijazah S1 yang dibawanya dari Bandung, Nila pun memberanikan diri untuk mengadu nasib di Ibukota, Jakarta pada tahun 1996. Dengan sejumlah bekal ilmu dan kemampuan yang ia miliki, akhirnya Nila mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan Production House (PH) di Jakarta yang ia jalankan sampai tahun 2006.

“Kemudian saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya, dan di tahun itu juga (2006), saya mulai kembali ke hobi saya, fotografi dan benar-benar ingin fokus didalamnya. Saat itu, saya juga langsung aktif mengikui sejumlah workshop fotografi dan belajar teknik-teknik fotografi secara otodidak,” bebernya.

Sembari aktif mengikuti dan mendalami dunia seni fotografi, Nila yang mengidolakan salah satu legenda dunia fotografi yang juga merupakan fotografer senior Kompas, Arbain Rambey pun tak henti untuk terus mempelajari teknik fotografi.

Hingga akhirnya, ia pun mencapai keberhasilan dari menggeluti dunia seni fotografi sesuai dengan mimpi dan ekspektasi yang tak henti ia cari dan wujudkan. Bahkan, pada tahun 2015, Nila yang awalnya hanya seorang peserta workshop dan fanster fotografer legend, Arbain Rambey, ia pun terpilih untuk menjadi speaker fotografi pada Event Photography Competition 2015 di Bandung dan berada sepanggung bersama sang idola.

“Dalam perjalanannya, selain aktif ikut workshop, saya juga aktif ikut competisi fotografi. Dan salah satu dari ajang tersebut, saya ditelpon oleh panitia untuk menjadi speaker fotografi. Ternyata, saya disandingkan juga dengan mas Arbain Rambey. Disitu saya jadi Proud sekali ya bisa satu panggung sama idola saya dan bisa berbagi ilmu seni fotografi kepada khalayak yang notabennya juga fotografer,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, Nila yang menggeluti dunia seni fotografi sejak tahun 2006 dan mulai memberanikan diri untuk mempublis hasil karya seni fotografinya melalui media sosial dan menawarkan jasa fotografer-nya pada tahun 2007, saat itu pun ia mulai mendapatkan order jasa fotografer.

Berawal dari menerima order untuk menjadi fotografer pra-wedding dan wedding, Nila yang semakin meningkatkan kepercayaan diri pada kemampuan fotografinya pun juga mulai mengembangkan seni fotografi, bahkan menciptakan idealisme tersendiri dari hasil jepretannya.

“Dari situ saya mulai mengkonsep foto story. Dimana pada foto saya itu harus memiliki sebuah cerita atau makna tersendiri yang ada didalamnya. Jadi bukan hanya sekedar menentukan angel, lighting, background atau model, tapi juga makna atau cerita dari foto itu sendiri,” jelasnya.

Nila yang awalnya yang tidak terlalu menyukai fotografi dengan konsep indoor, sejak melihat studio foto dari salah satu rekan, ia pun akhirnya terinspirasi untuk membuat studio foto yang sesuai dengan ekspektasinya.

Dengan bermodalkan satu aset ruko yang terletak di area Ruko Grand Galaxy Park (GGP), Jalan Boulevard Raya Barat Blok RSN 1 No. 19, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi miliknya, Nila pun perlahan mulai menyulap ruko tersebut untuk dijadikan sebagai studio foto.

“Sekitar tahun 2016 saya baru memulai untuk membangun sebuah studio foto yang saya buat sesuai dengan ekspektasi saya sendiri. Segala jenis property, barang pendukung dan dekorasi saya buat sendiri agar benar-benar sesuai dengan apa yang saya pikirkan dan inginkan,” jelasnya.

Usai membangun studio foto sesuai dengan ekspektasi guna mempertahankan idealis fotografinya, Nila pun mulai menggaet customer dari berbagai lokasi wilayah, mulai dari Bandung, Tangerang, Bintaro, Jakarta, dan Bekasi.

Nila mengaku, costumer tersebut merupakan para customer yang pernah memakai jasa fotografernya dahulu sebelum ia memiliki studio foto. Selain itu, dengan pula memanfaatkan sanak saudara, teman lama, sahabat, dan relasi untuk ia tawari jasa fotografernya yang kemudian ia perkenalkan dan ia bawa ke studio foto miliknya.

“Alhamdulillah, studio foto yang saya beri nama Gallery Studio Nilaphotoworks ini perlahan mulai dikenal bahkan disukai sama pelanggan-pelanggan saya,” tambahnya.

Perlahan, profit dari usaha jasa fotografer dan studio fotonya pun semakin hari semakin meningkat. Bahkan, kurang dari satu tahun sejak ia bangun studio foto yang hanya memanfaatkan satu unit ruko pun, ia mampu memperluas studio fotonya dengan membeli salah satu unit ruko lain yang bertepatan dengan studionya. Alhasil, dari hasil kerja kerasnya tersebut, selain untuk bisa menambah satu unit ruko untuk studi fotonya, Nila pun bisa menambah spot foto studionya sesuai dengan ekpektasi yang ia miliki.

Tak hanya itu, Nila juga mengembangkan studio fotonya dengan konsep Cinematic Studio yang menggunakan lampu-lampu continous yang selain berfungsi untuk mendukung efek lighting pada foto, namun juga untuk video.

“Dari situ juga mulai nambah beli alat-alat pendukung fotografi lainnya seperti Lighting, Wardrobe, makeup, dan Property. Untuk kamera dan lensa juga kita sesuaikan dengan perkembangan jaman dan jenis lensa terbaru. Bahkan Alhamdulillah juga saya bisa mempekerjakan sejumlah fotografer lain untuk jadi partner saya di Gallery Studio Nilaphotoworks ini,” ujarnya.

Untuk diketahui juga, Nila yang sudah bisa dikatakan sebagai seniman fotografi profesional dan telah mengantongi lisensi resmi fotografi, selain menawarkan jasa fotografer dengan konsep foto story dan studio foto yang unik dan berbeda, dalam bisnisnya ia juga selalu mengedepankan kualitas foto yang ia hasilkan agar sesuai dengan keinginan pelanggan.

Tak hanya memberikan jasa fotografer dan menyediakan studio foto dengan konsep yang berbeda, Nila yang memiliki idealisme tersendiri terhadap seni fotografi pun selalu memberikan sejumlah fasilitas terhadap pelanggan yang menggunakan jasa fotografernya.

Layaknya seorang sutradara, Nila pun selalu membuatkan konsep fotografi terhadap pelanggan mulai dari konsep foto yang ia buat dengan konsep moodboard atau semacam proposal perencanaan untuk konsep fotoshoot terhadap pelanggan, konsultasi mengenai fotografi, penawaran terhadap Wardrobe, Makeup dan Hairdo, serta harga yang disesuaikan dengan kemampuan pelanggan.

“Untuk harga relatif ya. Semua akan sesuai dengan pelayanan dan hasil dari yang kami berikan kepada pelanggan. Tapi yang jelas, jasa fotografi disini bukan sekedar kita menawarkan jasa foto yang itu-itu saja, tapi kami berikan sebuah konsep foto story yang mungkin belum pernah ada dijasa fotografi lainnya. Dan yang utama juga kualitas dari hasil foto, kami tidak akan main-main untuk kualitas,” tutup Nila.(MG)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: