Kisah Haru Bayi Pemulung Yang Berhasil Dilahirkan Di Rumah Sakit Tanpa Biaya

Megapolindonesia.com

BEKASI – Isak tangis bercampur haru dan bahagia mewarnai pasutri (pasangan suami istri) Irawati-Andi Saifudin, pasalnya seluruh biaya tagihan persalinan di Rumah Sakit Kartika Husada Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat akhirnya dibebaskan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada rumah sakit dan juga relawan URC Pekayon Jaya, akhirnya biaya persalinan istri saya seluruhnya dibebaskan oleh pihak rumah sakit,”urai Andi Saifudin menitikkan air mata saat berbincang ringan megapolindonesia.com pada Kamis (1/2/2018).

Ditandaskan Andi, yang sehari hari berprofesi pemulung, saya sudah pasang badan kalaupun harus bertanggung jawab dan harus menutup mata kami berdua ikhlas, yang penting bayinya bebas, memang kami nggak punya uang buat bayar biaya di rumah sakit,”imbuh pria kelahiran 19 Maret 1969.

Data yang berhasil dihimpun megapolindonesia.com awalnya Irawati ditangani Bidan Lulu di Klinik Rahman Pekayon, karena dianggap tidak bisa lahir secara normal, akhirnya harus dirujuk, Sabtu (27/1/2018) malam dilarikan ke rumah sakit.

” Ya bidan Lulu merujuk ke rumah sakit katanya harus saesar, dengan alasan tidak bisa lahir normal. Ya kita mah nurut aja, yang penting bayi dan ibunya selamat,”urainya.

Keesokan harinya, pada Minggu (28/1/2018) malam tepat jam 23.00 WIB wanita kelahiran Bogor, 14 Juli 1990 menjalani operasi saesar dan sebelumnya telah dilakukan observasi medis. Irawati melahirkan bayi perempuan mungil dan montok dengan berat 3 kg 4 ons normal.

Pasca operasi pasutri yang tidak beridentitas Kota Bekasi mendadak panik dan kuatir, terlebih ketika ada desakan dari sang bidan dan berembus jika tidak bisa melunasi biaya operasi akan disidang.

“Ya saya memang panik dan bingung. Saya keluar dari rumah sakit usaha cari dana nggak dapat. Saya pasrah jika harus disidang, memang saya yang salah. Saya nggak tahu bakal terjadi seperti ini.”

Biaya tagihan operasi dan dirawat selama 3 hari sekitar Rp 7,5 juta, dan sebelumnya Dp Rp 500 ribu. Pasutri ini tidak bisa mendapat layanan jaminan kesehatan Kota Bekasi, pasalnya Irawati ber-KTP Bogor, sedang Andi beridentitas Cakung, Jakarta Timur, KK pun hilang amblas ditelan bumi. Berkas pun mentok terganjal syarat administrasi.

Lengkingan sang bayi yang tidak berdosa dan tetesan air mata pasutri yang setiap hari bergelut peluh di tempat rongsok adalah konfigurasi realita bertahan hidup.

Doa mereka pun dijabah Allah SWT. Pihak RS pun berpikir lain. Dewi fortuna berpihak padanya, hingga setiap kata adalah doa. Selain doa, kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan itulah kuncinya.

“Sejujurnya, saya nggak bisa berkata kata lagi saat pihak rumah sakit tanya. Oya, pihak manajemen rumah sakit juga sempet nanya ke saya. Itu yang pakai rompi dan satunya lagi siapa. Saya jawab saja, kan di rompi ada tulisannya, yang satu relawan URC, yang satunya lagi wartawan,”aku Andi polos dihadapan anggota Forkabi Bekasi Selatan.

Alhasil, Selasa (30/1/2018) malam jam 23.00 WIB sesuai jadwal kepulangan, pihak RS akhirnya telah menjamin seluruh biaya dan membebaskannya.

“Alhamdulillah, terima kasih rumah sakit dan terima kasih teman teman relawan. Dokter dan perawatnya ramah dan baik. Selama dirawat kami diperlakukan sama dengan yang lain. Malah waktu mau pulang diciumi bayi kami sama mereka.Rencananya untuk mengingat dan rasa terima kasih, nanti bayi kami namakan Kartika sesuai arahan pak Ato,”papar pria asli Kutoarjo.

Sementara itu, Kotel dan Kholik selaku relawan URC Pekayon Jaya tampaknya merasa lega dan ikut bahagia, pasien yang didampingi pulang.

“Orang orang yang seperti ini yang seharusnya diprioritaskan ditolong. Mereka benar benar butuh bantuan. Kalau orang kaya jelas uangnya banyak, nggak butuh bantuan.Jangan orang kaya didahulukan orang miskin ditelantarkan. Pak Andi ini semangat buktinya waktu ke polsek buat laporan jalan kaki,” tukasnya.

Sementtara itu Ato selaku Ketua Forkabi mengatakan bahwa semua itu berkat pertolongan dari Allah SWT, melalui orang orang pilihannya.

“Ya, tentunya terima kasih pada pihak rumah sakit yang telah membebaskan seluruh biaya dan juga teman relawan dari URC yang telah bergerak dalam melakukan pendampingan ini,” pungkasnya. (NTS)

Beri Komentar

%d bloggers like this: