Pasien Suspect Difteri Ditemukan Lagi Di Bekasi


Megapolindonesia.com

BEKASI – Lagi, korban keganasan difteri tumbang. Pasien NM (18) alami demam tinggi dan tenggorokan sakit untuk menelan. Selain itu ada gumpalan putih di bagian dalam rongga tenggorokan.

“Makanya langsung kita bawa ke rumah sakit Kartika Husada Jatiasih pas malam kejadian, karena takut benar benar difteri,”tukas E, orang yang dipercaya untuk menjaga NM panik.

Korban NM asal Kampung Ceger, Bekasi Selatan ini dilarikan ke RS Kartika Husada pada Jumat (26/1/2018) malam jam 22.45 WIB.

Alhasil, E ditemani anak lelakinya harus menunggu demi mengetahui hasil test darah NM, benarkah terdampak penyakit difteri.

“Ya, sambil menunggu hasil test laboratorium sekitar satu jam, sementara NM terbaring di IGD,”imbuhnya.

Disaat NM ditangani IGD RS Kartika Husada, satu jam kemudian, diperkirakan jam 24.00 WIB hasil test laboratorium, NM positif terjangkit difteri.

” Ya dari hasil lab di RS Kartika Husada difteri. Penyakit yang sekarang ini terkena difteri. Difterinya sudah ada dari hasil lab. Disarankan dokter dirujuk ke RSUD tapi aku nggak mau karena wira wirinya jauh. Aku mau ke rumah sakit yang terdekat,”jelas E.

Ditandaskan E bahwa dirinya disarankan untuk langsung ke RSUD. Karena di RS Kartika Husada tidak tersedia Ruang Isolasi.

“Ruang Isolasi nggak ada dan kamar penuh. Saya ingin rumah sakit yang terdekat RS Hermina Galaxy,” jelasnya.

Namun demikian E berupaya kembali ke kawasan Kp Ceger untuk konsultasi dan minta pendapat dari yayasan yang lokasinya hanya berjarak sekitar 3 meter dari kediaman Ketua RT mereka.

Pada keesokan harinya Sabtu (27/1/2018) pagi, E bergegas mendampingi NM, agar selamat dari dampak penyakit yang sempat heboh dan fenomenal.

“Dari RS Kartika Husada dapat rujukan ke RS Hermina Galaxy tapi ditolak karena tidak ada Ruang Isolasi.”

Pasien saya bawa ke RSUD Kota Bekasi juga ditolak alasannya tidak ada ruangan dan terpaksa pasien saya bawa ke rumah sakit Awal Bros Kalimalang.

Alhamdulillah Ruang Isolasi ada dan pasien diterima rawat inap diisolasi selama 2 hari dikasih vaksin dan obat yang dapat menyembuhkan racun yang sudah mengendap di bagian tenggorokan,”pungkas E. (NTS)

Beri Komentar

%d bloggers like this: