LDII Bekasi Tegaskan Tidak Terafiliasi Partai Politik Peserta Pemilu


Megapolindonesia.com

BEKASI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Jawa Barat gelar Musda V DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LDII Kota Bekasi, Sabtu (27/1.2018). Gedung Sakura Nayuta Jatiasih jadi saksi kompetisi perang strategi. Adu program visi dan misi sang kandidat.

Serunya pergulatan mengiringi era 2018 diklaim tahun politik, menandai bergulirnya wacana dan tatanan baru, di internal DPD LDII Kota Bekasi yang semakin dinamis.

Diserbu insan pers, Ir. Abdul Ro’uf Fakhri selaku Sekretaris DPD LDII Kota Bekasi sekaligus panitia penyelenggara Musda V, tampaknya tenang dan bersahaja.

“Musda V ini mengangkat tema meningkatkan peran serta LDII dalam mewujudkan kota Bekasi yang maju, sejahtera, dan ihsan. Melalui pembinaan generasi unggul yang profesional religius.”

Ditandaskan pria yang turut berkompetisi dalam pertarungan, bahwa dalam Musda V ini kita adakan pemilihan ketua baru karena ada 3 korwil maka 3 kandidat.”

“Kita harapkan dengan adanya ketua baru nantinya LDII lebih banyak kontribusi terutama di kota Bekasi, apalagi di tahun 2018 tahun politik, mudah mudahan ketua baru bisa bersosialisasi, terutama warga LDII dan juga masyarakat kota Bekasi agar bisa sukseskan Pilkada 2018.”

Tak secuilpun momen terlewatkan tanpa makna. Pemberian simbolis KS NIK program Rahmat Effendi pun semarakkan Musda V yang dihadiri 300 orang.

“Ada juga secara simbolis pemberian kartu sehat dan kartu sehat itu memang programnya pemerintah ya. Dan, alhamdulillah sudah beberapa kelurahan di antaranya Jaka Sampurna, Jatibening, Jatiasih, dan Jatikramat. Sudah dapat kartu sehat sejak tahun 2017,” jelas Abdul Ro’uf Fakhri.

Sementara itu Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi membuka Musda V. Dalam orasinya Pepen sapaan akrabnya menyatakan pentingnya berdiri di atas semua golongan.

“Kemitraan harus dibangun di Kota Bekasi, sesama suku dan agama dan semua golongan terjalin. Pemimpin harus berdiri di atas semua golongan. Kita harus bisa saling menghormati sesama anak bangsa.”

Menurut asumsi penguasa 2,6 juta warga Kota Bekasi tampaknya geram jika ada pimpinan takut ambil sebuah kebijakan untuk rakyatnya.

“Kalau ada kepala daerah takut ambil kebijakan jangan jadi pimpinan, jangan takut ambil kebijakan, kalau LDII komitmen di belakang saya, bisa dilanjutkan kerjasamanya. Saya bisa bantu melalui proses dan teman teman LDII punya keinginan hayo. Keinginan mereka apa, ayo saya dukung.”

Sementara itu Ir. H. Teddy Suratmaji, M.Sc, selaku ketua DPP LDII saat diwawancara Megapolindonesia menampik jika LDII berafiliasi dengan salah satu partai. Dalam perspektifnya, LDII tidak ada afiliasi dengan partai tertentu.

“LDII itu sebagai ormas Islam, sebetulnya tidak punya afiliasi politik manapun dan kita pun punya kewajiban untuk pilih pemimpin. Tentunya kita tidak boleh golput, makanya harus salurkan aspirasi politiknya.”

Ditandaskan Teddy, disinilah kita menghadirkan calon calon pemimpin dan jangan heran jika kita LDII mengundang semua pemimpin.

Sementara itu Bahrudin selaku Ketua DPW Provinsi Jawa Barat dalam orasinya mendorong terselenggaranya Musda V DPD Kota Bekasi.

“Dukungan semua pihak dan mekanisme yang baik di antara kita bahwa LDII semakin dikenal di masyarakat. Dulu, musda secara sembunyi sembunyi dan kini lebih baik dan setelah terpilih saya yakin untuk kota Bekasi pasti bisa.”

Musda V ditutup jam 16.30 WIB oleh Bahrudin selaku Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat. Setelah mengukuhkan dan melantik Ir. H. Ary Widjanarko dari PC Bekasi Selatan yang mengungguli dua rivalnya, H.Idriman, S.Sos dan Ir. Abdul Ro’uf Fakhri. (NTS)

Beri Komentar

%d bloggers like this: