Warga Jakasetia Minta Pusat Layanan Informasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibuka


Megapolindonesia.com

BEKASI – Warga Jakasetia, Bekasi Selatan mempertanyakan tidak adanya saluran informasi yang diberikan oleh PT. Kereta Cepat Indonesia Cina, pengembang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang direncanakan akan melintasi beberapa wilayah di Kota Bekasi.

Sejak dicanangkan sekitar tahun 2015 lalu, warga Jakasetia terkesan ditutup informasinya ketika ingin menanyakan terkait kelanjutan proyek pembangunan tersebut.

“Entah disengaja atau tidak, dalam berhadapan dengan KCIC dan aktualitas proyeknya ini warga tidak pernah diarahkan, menemukan individu maupun Lembaga yang bertindak resmi untuk dan atas nama KCIC sebagai Pusat Informasi yang dapat diakses oleh masyarakat dan dapat memberikan informasi seerta bantuan pencerahan lainnya dalam kaitan dengan proyek Kereta cepat Jakarta Bandung ini,”

“Akibatnya warga hanya menerima informasi yang parsial tidak terpadu dan semakin membingungkan. Sehingga asumsi, dugaan serta beragam harapan dan rencana warga semakin marak berkembang dengan versinya sendiri sendiri, kami meminta agar pihak KCIC membuka saluran informasi dengan membuka Pusat Layanan Informasi seterbuka mungkin agar warga tidak resah dengan kelangsungan proyek ini,” tutur Agus Jamal, Ketua RW 10, Jakasetia, Sabtu, (20/1/2018).

Agus melanjutkan, dalam statemennya, Humas Jasa Marga yang ditugaskan sebagai PIC KCIC (Sebelum PT. PSBI) untuk area kota Bekasi, Bambang Utoyo, dalam kesempatan sosialisasi di kelurahan Jakasetia, menjelaskan secara gamblang kepada warga bahwa penggantian rugi lahan dan bangunan akan dilakukan secara utuh.

“Artinya, untuk rumah atau lahan tidak akan diganti bagian yang terkena saja. Tetapi satu persil utuh akan diberikan penggantian dengan istilah “Ganti Untung”,”

“Dalam perkembangannya kemudian, pengukuran yang dilakukan oleh Tim dari BPN dan Tata Kota yang difasilitasi PT. PSBI, hanya bagian yang akan terkena garis saja. Dengan demikian dasar penggantiannya adalah luasan lahan dan bangunan yang terkena. Dalam hal ini warga memandang KCIC tidak konsisten bahkan cenderung menghianati,” tutup Agus.

Adapun informasi yang didapatkan oleh tim Megapolindonesia, hampir bersamaan dengan berakhirnya tahun 2017,KCIC melalui anak perusahaanya, PT. PSBI sedang berusaha menuntaskan rangkaian pekerjaannya. Direncanakan awal tahun 2018 proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung masuk pada agenda penggantian kerugian lahan dan bangunan.

Di satu sisi, Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai lembaga penyedia lahan untuk jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB),saat ini sudah hampir mencapai final untuk kegiatan pengukuran dan pendataan. Walau sebenarnya masih terdapat bilangan yang belum dilakukan yaitu pendataan berupa detil-detil material dan jenis serta kelas bangunan, sebagaimana yg dulu dilakukan Team KCIC dibawah kendali Jasa Marga.

Selanjutnya melalui PT. PSBI, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yaitu perusahaan bentukan empat BUMN, yaitu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), rencananya di tutuo tahun Desember 2017 BPN sudah bisa mengumumkan hasil kerjanya. Kemudian proses penggantian sudah bisa dilaksanakan di awal tahun atau Januari 2018. (Yd)

Beri Komentar

%d bloggers like this: