Perkotaan

Hari AIDS Sedunia, Pemerintah Harus Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

Megapolindonesia.com

BEKASI – Puncak kebahagiaan terpancar mengiringi hari perayaan ODHA ( orang dengan HIV/AIDS). Satu sama lain dan penggiat HIV Aids tampaknya meriung di hari jadinya 1 Desember 2017 yang dirayakan Minggu (3/12/2017) kemarin di Kota Bekasi.

“Ya bahagia kita bisa berkumpul bersama teman teman sehati, satu sama lain saling membicarakan hal yang sama,” tukas Lilo sang relawan penggiat HIV AIDS di kota Bekasi.

Saat ditemui megapolindonesia.com, Minggu (3/12/2017) Lilo sangat antusias membeberkan perihal perkembangan kasus kasus yang mendera penyandang ODHA.

“Penanggulangan HIV AIDS di kota Bekasi baik dari pemerintahan maupun teman teman penggerak HIV Aids sudah bagus.”

Ditandaskan Lilo terkait stigma buruk dan diskriminasi di kalangan medis terkikis, namun stigma di masyarakat bagi seorang odha masih tinggi.

“Diskriminasi di kalangan medis sudah sedikit terkikis dan di masyarakat itu sendiri masih tinggi.”

Tapi tandas penyandang ODHA dan mantan bandar narkoba yang telah tobat ini menilai pemerintah masih setengah hati dan tidak adanya kesadaran masyarakat.

“Terbukti untuk angka HIV baru di tahun 2017 ini makin meningkat dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat,” tambah Lilo yang akan melepas masa lajangnya.

Apa yang diklaim Lilo meningkat berdasarkan data dari Dinkes Kota Bekasi yang telah dipaparkan dokter Desi saat Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2017 yang digelar di Restoran Wulansari, Margajaya pada Kamis (30/11/2017).

Jumlah kasus HIV AIDS akumulatif sejak tahun 2004-2017 kasus HIV berjumlah 4693 sedang AIDS mencapai 1383. Sementara itu Januari-Oktober 2017 kasus HIV mencapai 466 sedang AIDS ada 6 penyandang.

“Ya kalau melihat jumlah itu dalam sehari bisa ditemukan 2 kasus HIV dan itu yang terdeteksi,” tambahnya.

Sebagai ODHA, Lilo terus berkoar memberikan antusiasme kepada rekan rekannya agar tetap berjuang untuk dirinya maupun stop diskriminasi bagi para ODHA.

“Terus bersemangat karena banyak orang orang di samping kita yang membutuhkan. HIV bukan akhir dari segalanya. Masih banyak yang bisa kita perbuat terutama kebahagiaan orang-orang yang kita sayangi.”

Lilo di antara penyandang ODHA yang telah terbuka ke publik. Justru ia merasa safety saat dirinya membuka performancenya. Ia tak terusik oleh stigma dan berbagi pada rekan rekan senasib untuk bisa bebas berekspresi.

“Yang jelas edukasi yang benar dan berdamailah sama penyakit yang kita derita.”

Nggak ada sama sekali beban lanjut Lilo, malah yang aku rasakan kenyamanan.

“Karena sebelum aku open status di masyarakat aku telah memberikan edukasi yang benar.”

Kehidupan Lilo sempat shock saat divonis mati oleh seorang dokter tahanan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur bahwa hidupnya tersisa 3 bulan lagi. Ia pun umpat dokter bukan Tuhan dan sempat disemprotnya dokter tersebut.

“Ya betul, divonis hidupku tinggal 3 bulan lagi oleh seorang dokter RS Polri Jakarta Timur, aku sangat berang dan marah memangnya dokter Tuhan menvonis hidupku 3 bulan lagi. Sebab itulah yang membuat hidupku benar droop abis.”

Alhasil vonis dokter tak terbukti dan dengan pola hidup sehat Lilo bertahan puluhan tahun menapaki hingar bingar pergulatan dunia.

Setelah ditemukan ARV obat untuk menekan virus HIV oleh ahli medis dunia, WHO kampanyekan tidak boleh lagi penderita HIV mati.

Perasaan membuncah kerap menyesaki dada seorang Lilo dan ribuan teman penyandang ODHA (Bekasi nomor 3, setelah Bogor dan Bandung).

Pasalnya, alih alih pemerintah berkorban dan empati dari sanubari, terhadap penyandang odha, kegundahan muncul benarkah odha hanya dijadikan obyek program.

“Tingkat empati pemerintah kota Bekasi sudah bagus sih. Tapi masih ada rasa kekuatiran aku sebagai ODHA sebagai obyek hanya untuk menjalankan programnya.”

Di akhir perbincangan dengan megapolindonesia.com ada terselip asa yang terus lekat terpatri.

“Tidak ada ODHA baru lagi dan yang sudah jadi ODHA jangan manja dan terus bersemangat,” pungkasnya. (NTS).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s