Perkotaan

Soal Pembangunan KCJB, Warga Kota Bekasi Pertanyakan Regulasi Standar Safety

Megapolindonesia.com

BEKASI – Soal pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang kini berganti nama menjadi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), sejumlah warga Kota Bekasi mempertanyakan soal regulasi terkait standar safety dari mega proyek tersebut.

Pasalnya, pembangunan jalur KCJB yang rencananya akan terbentang sejauh 142.3 kilometer ini pun akan melewati sejumlah titik di Kota Bekasi. Salah satunya wilayah Bekasi Selatan.

Ketua RW 11, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, A Syafrudin pun mengkritisi soal peraturan regulasi jalur KCJB yang nantinya akan melintas diarea lingkungannya. Ia pun mempertanyakan hal tersebut kepada sejumlah instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

“RW 11 sendiri merupakan area wilayah yang cukup panjang yang akan dilintasi KCJB. Kami pun ingin menanyakan soal kajian yang mengacu tentang standar safety khususnya untuk zona jarak aman antara perlintasan dan area pemukiman warga,” terangnya, Jumat (10/11/2017).

Dijelaskan Syafrudin, terkait standar safety untuk kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 kilometer perjam didaerah pemukiman koridor lintasan harus lebih diperhitungkan jarak amannya apabila suatu saat terjadi sesuatu pada kereta cepat.

Selain itu, dalam teknik atau operasi kereta cepat, segala sesuatu yang dilakukan harus mengacu pada acuan yang disebut Standard Code yang menyangkut standar safety.

“Seperti contohnya dalam bidang penerbangan, ada standard yang dikuarkan oleh ICAO dari lapangan penerbangan, runway, taxi way, appron sampai ke pengisian bahan bakar minyak (BBM). Dalam dunia perminyakan pun, ada sebuah standar safety yang dinamakan API dan beberapa standard safety code lainnya baik untuk gas maupun minyak,” jelasnya.

Lebih lanjut Syafrudin mengatakan, meski sebelumnya pihak-pihak terkait sudah melakukan sosialisasi terhadap pembangunan KCJB kepada masyarakat khususnya warga RW 11. Namun, terkait regulasi standar safety yang dipertanyakan warga tidak pernah mendapatkan jawaban bahkan tanggapan apapun.

“Sebelumnya memang sudah dilakukan sosialisasi. Tetapi pertanyaan-pertanyaan warga menyangkut safety distance selama ini nyaris tidak terjawab,” akunya.

Menurutnya, penting bagi warga untuk dapat mengetahui kajian tentang standar safety guna menjadi sebuah jaminan bahwa hadirnya KCJB tidak memberikan dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami hanya mengingat beberapa kecelakaan kereta cepat yang telah terjadi di beberapa negara. Maka dengan ini kami mohon difasilitasi untuk mengadakan diskusi bersama pihak kompeten seperti Investor atau Departemen Perhubungan untuk membahas terkait standar safety KCJB ini,” pungkasnya.(MG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s