Cara SMPN 33 Kota Bekasi Pantau Siswa, Bangun Koordinasi Dengan Warga

Megapolindonesia.com

BEKASI – Salah satu cara SMPN 33 Kota Bekasi untuk bisa terus memantau aktivitas anak didik dalam kedisiplinan ialah dengan membangun koordinasi bersama warga sekitar.

Pasalnya, kondisi fisik bangunan sekolah yang belum terfasilitasi dengan pemugaran, dikhawatirkan menjadi potensi negatif bagi siswa-siswi yang hendak meninggalkan kewajiban belajar dikelas, dengan kata lain bolos atau madol.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 33 Kota Bekasi, Sri Winarni. Dirinya mengatakan, sejak awal berdirinya SMPN 33 Kota Bekasi dilingkungan perumahan Narogong tersebut, pihak sekolah sudah menjalin koordinasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

“Kita selalu berkoordinasi ya sama masyarakat sekitar untuk membantu memantau siswa-siswi kami. Dan Alhamdulillah juga, anak-anak sendiri semuanya disiplin dan kondusif meski kondisi lingkungan sekolah kita masih seperti ini,” ujarnya saat ditemui dilingkungan sekolah, Selasa (31/10/2017).

Selain itu kata Sri, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilingkungan SMPN 33 Kota Bekasi juga sangat produktif meski masih berjalan dengan sistem dua shift.

Bahkan, sebagian siswa khususnya siswa-siswi kelas 8 harus menjalani KBM hingga hari sabtu lantaran durasi KBM masih belum bisa terpenuhi selama lima hari akibat kurangnya ruang kelas.

“Insya Allah tahun 2018 baru akan dibangun ruang kelas baru (RKB) dan pemugaran. Tapi untuk sampai hari tidak ada kendala lama kedisplinan siswa dan kondisi sekolah selalu kondusif,” pungkasnya.(MG)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: