Sosok

Menganggur 15 Bulan, Joaninha Kangen Kesibukan Di Kantor Pemerintah Kota Bekasi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Genap 15 bulan sudah Joaninha De Jesus Carvalho (Ninha) menjalani aktivitas sehari-harinya yang hanya dihabiskan didalam rumah.

Perasaan rindu suasana bekerja pun sangat dirasakan oleh wanita yang seharusnya sudah genap 15 tahun mengabdi untuk negeri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

“Rindu sekali dengan suasana bekerja. Dulu saya selalu sibuk dikantor urus-urus berkas warga yang mau bikin KTP, KK dan lain sebagainya. Tapi saya belum juga bisa kembali untuk bekerja,” ungkap Ninha saat ditemui dikediamannya, Senin, (30/10/2017).

Sebelumnya, Ninha​ bekerja sebagai ASN di Pemkota Bekasi sebagai salah satu staff pelaksana di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kota Bekasi selama 14 tahun.

Namun, tertanggal 10 Juni 2016 dirinya harus menelan kepahitan lantaran munculnya Surat Keputusan (SK) Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang mengatakan bahwa dirinya telah diberhentikan dari segala tugas pekerjaan dengan tidak menerima uang pensiun atau dengan kata lain dipecat secara tidak hormat.

Ninha dipecat lantaran dituduh bukan warga negara Indonesia (WNI) dan namanya tidak terdaftar dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Padahal, Ninha sudah mengabdikan diri sebagai PNS Republik Indonesia sejak tahun 1985 sebelum peristiwa Referendum yang terjadi di Timor Timur tahun 1998 lalu yang merupakan tanah kelahirannya dulu.

Namun demikian, dengan penuh keberanian dan tekad untuk membuktikan kebenaran, Ninha pun membawa kasus yang menimpa dirinya tersebut ke jalur hukum.

Dengan dibantu oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) dari Putih Indonesia, Ninha pun menjalani proses hukum yang durasi yang tidak singkat dan penuh perjuangan.

Dimulai dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung pada 18 Agustus 2016 dan mendapat Nomor Register perkara 85/ G/ 2016/PTUN – BDG, tertanggal 15 November 2016, Majelis Hakim PTUN Bandung pun memutuskan dan menyatakan bahwa keputusan BKN terhadap pemberitaan Ninha sebagai PNS, batal.

Maka dalam hal ini, BKN pun diwajibkan untuk mengembalikan harkat, martabat serta kedudukan Ninha pada keadaan semula sebagai PNS dan ASN ditempat kerjanya semula, di Pemkot Bekasi.

Tidak terima dengan hasil putusan PTUN Bandung, BKN pun mengajukan banding pada PTUN Jakarta dan telah diputus pada tingkat Banding dengan Nomor Register Perkara 14/B/2017/PT.TUN.JKT tertanggal 22 Maret 2017. Namun, PTUN Jakarta pun akhirnya Menguatkan PTUN Bandung, dengan kata lain Ninha kembali memenangkan pengadilan.

Merasa masih tidak terima dengan keputusan PTUN Jakarta, BKN pun mengajukan Kasasi kepada Mahkamah Agung (MA).

Setelah menunggu sekian lama, berdasarkan website resmi MA pada tanggal 14 September 2017, Perkara Kasasi dengan register nomor 422 K/TUN/2017 diputus oleh majelis hakim dengan amar putusan KASASI TIDAK DAPAT DITERIMA.

Merupakan sebuah hasil yang sangat melegakan bagi Ninha bahwa dirinya telah memenangkan semua gugatan yang dilakukan oleh BKN.

Dengan menitikkan air mata, Ninha pun kembali mengungkapkan kebahagiaannya saat dirinya tau bahwa dirinya memenangkan semua keputusan pengadilan dan berhak menerima kembali semua hak dan martabatnya sebagai seorang PNS.

“Beban yang selama ini ada dipundak saya terasa hilang semua. Akhirnya kebenaran terbukti. Selama ini saya memang tidak bersalah. Kalau saya salah, sudah sejak dulu saya angkat kaki dari dari Indonesia dan mengundurkan diri sebagai PNS. Tapi buktinya semua putusan pengadilan mengatakan bahwa saya tidak bersalah,” bebernya.

Namun demikian, meski telah memenangkan semua putusan pengadilan pun tidak serta merta membuat Ninha bisa langsung kembali bekerja dan menjalani aktivitas sebagai seorang ASN.

Karena hingga sampai saat ini, Ninha belum mendapatkan informasi terkait pengembalian status dirinya sebagai seorang PNS dari BKN.

Sedangkan dirinya, harus menanggung beban kehidupan dan ekonomi untuk bisa melanjutkan kelangsungan hidupnya yang hanya tinggal seorang diri di Kota Bekasi tanpa sanak saudara dan keluarga.

“Saya sudah tidak sabar untuk bekerja. Selama 15 bulan ini saya tidak mendapatkan gaji, tidak ada pemasukan keuangan. Saya sampai bingung untuk menyambung hidup. Beruntung masih ada beberapa orang yang baik hati yang membantu saya selama ini,” ungkapnya.

Ninha yang biasa menyibukkan diri dengan mengerjakan pekerjaan rumah, pun juga selalu menyempatkan diri untuk berolahraga dengan melakukan jogging pagi mengelilingi komplek perumahan.

Bahkan disela-sela aktivitas joggingnya, tak jarang Ninha menyempatkan diri untuk sekedar berbincang kepada sejumlah pemilik toko diarea komplek Ruko Galaxy, Bekasi Selatan.

“Yaa biasa ngobrol-ngobrol sama pemilik toko tiap habis jogging. Hitung-hitung ada yang bisa saya ajak bicara,” tambahnya.

Selain itu, Ninha pun tak henti mengucap syukur kepada Tuhan atas doa-doanya yang telah dikabulkan untuk bisa membuktikan kebenaran tentang dirinya.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada Tuhan, akhirnya Tuhan membuktikan kebenaran atas diri saya,” singkatnya.(MG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s