Peristiwa

Korban Cabul Ayah Tiri Dikeluarkan Sekolah, KPAID Bekasi: “Kami Belum Tahu Ada Kasus Ini”

Megapolindonesia.com

BEKASI – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Rido pria asal Ciamis, Jawa Barat, pengusaha air isi ulang terhadap anaknya NS yang dilakukan di tempat usahanya di Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan semakin meruncing dan berdampak buruk terhadap sang korban.

Data yang berhasil dihimpun MegapolIndonesia.com pada Jumat (13/10/2017) pagi, NS berhasil ditemui di rumahnya bersama W sang ibunya, mengatakan dengan raut muka memelas, sedih bercampur haru.

“Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika pak Suharman bilang begitu,”tukas NS saat berbincang ringan dengan Megapolindonesia.com.

Ditandaskan NS pelajar SMK Kelas 1 Jurusan Akuntansi ditemani sang bunda, bahwa saat dirinya tak boleh lagi ke sekolah, tak kuasa lakukan perlawanan terhadap ucapan Suharman, S.Pd.

Tampaknya kabar santer yang heboh terdengar di kawasan Kampung Ceger dan sekitarnya terkait siswinya yang jadi korban pencabulan, membuat sekolah mengambil sikap tak bijak, ironisnya sang korban dihentikan.

“Ya, waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25-an saya dipanggil sama Ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil Pak Suharman,”imbuhnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh NS, waktu saya dipanggil pak Suharman Kepala Sekolah, saya tanya lagi apakah besuk saya sekolah atau bagaimana. Dan kata pak Suharman nggak usah, nanti kalau sudah ada surat pindah sudah jadi dipanggil,”ucap NS menirukan sang Kepala Sekolah SMK di kawasan Kampung Ceger, Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan.

Kepala Sekolah SMK tersebut tampaknya merasa malu atas tragedi pencabulan yang menimpa siswinya.

Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Betapa malangnya nasib NS, sudah dilakukan pencabulan oleh bapak tirinya, kini harus hengkang dari sekolah.

“Ya, kasihan si NS, tega amat sekolahan. Sudah tahu korban malah dikeluarin dari sekolah, bagaimana sih,”tukas Amin Ketua RT 05 saat berbincang ringan dengan megapolIndonesia.com pada Jumat (13/10/2017).

Sementara itu tetangga korban lainnya, saat mendengar NS dikeluarkan dari sekolah tampaknya berang dan marah.

“Sekolah macam apa, sudah tahu korban bapaknya yang bejat kok dikeluarin. Katanya sekolah itu ngemong, welas asih, kok malah nambahi beban orang tidak bersalah,”jelasnya.

Sementara itu, kasus pencabulan ini mencuat sejak Selasa (3/10/2017) KPAI Kota Bekasi tidak tahu. Kasus pencabulan bapak terhadap anak ini dianggap tidak ada berita, meski telah diekspos media ini, sejak kasus ini menyeruak.

Saat dikabari pada Jumat (13/10/2017) ke KPAID Kota Bekasi, langsung menurunkan tim investigasi, crosscheck ke TKP.

“Ya, mas katanya KPAID tidak tahu kasus pencabulan yang dilakukan bapak terhadap anaknya di Jaka Setia ini, makanya nggak turun,”ucap sumber di sekitar KPAID antusias. (NTS)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s