Peristiwa

Kisah Seorang Bapak Cabuli Anak Tiri Selama Bertahun-Tahun

Megapolindonesia.com

BEKASI – Lengkingan suara wanita dari dalam depot air isi ulang milik Rido tak membuat warga bergegas menolongnya. Jeritan suara W, wanita yang tinggal di Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan dianggap hal biasa.

“Ya biasanya berantem, jadi ya dianggap biasa. Makanya waktu kemarin ada suara ribut ribut, ya nggak ada yang nolong. Kita juga nggak tahu ada kejadian apa,”tukas salah satu tetangga.

Menurut sumber Megapolindonesia yang berhasil dihimpun di lapangan bahwa pasangan Rido dan W kerap terjadi perang cekcok mulut, hingga aksi kekerasan yang dilakukan R selaku kepala keluarga dianggap hal biasa.

“Ya, habis terjadi cekcok ramai, seperti tak terjadi apa apa. Mereka masih ngurusi air galon dan istrinya juga nyapu. Ya kita tetaggga nggak pada tahu apa apa,”tukasnya.

Pasca kegaduhan terdengar dari dalam rumah kost berukuran 3 X 3 meter, sekaligus tempat bisnis air isi ulang, W bergegas menuju ke tempat Amin selaku Ketua RT 05 sembari sesenggukan dan bersimbah air mata.

Dalam pengakuannya W menceritakan sempat memergoki suaminya Rido sedang berbuat tidak senonoh terhadap putrinya, bergumul bak suami istri di tempat tidur.

“Ya, si ibu sepulang dari anter si S, anak yang kecil pergi ke sekolah pulang mergoki lagi gituan,”jelas warga yang enggan disebut namanya.

Data yang berhasil dihimpun, dari pejabat RT setempat, tak begitu lama muncul kehebohan di sekitar TKP yang letaknya tepat di belakang sebuah sekolah swasta di bilangan Bekasi Selatan.

“Ya, kita semua tetangga juga bingung, ada apa gitu, kan si W hanya bicara rasain lo, saya laporin polisi, masuk penjara,”imbuhnya menirukan ucapan W.

“Diperkirakan sejam kemudian setelah W berantem sama lakinya, datanglah sekitar 4 atau 5 polisi, termasuk ada petugas polisi yang kami kenal dan biasa mengurus kasus kriminal,”tukas warga lainnya.

Nggak lama kok, si Rido sempat berontak saat mau dimasukkan ke mobil sama polisi, ada 2 mobil dan si N dipisahkan dari bapak tirinya,”lanjutnya.

Dari pantauan di lapangan, polisi membawa barang bukti berupa bantal yang biasa digunakan sebagai alas kepala dan selimut serta sejenis golok atau pisau yang diduga untuk mengancam N, sang korban pemerkosaan yang dilakukan bapak tirinya.

“Yang dibawa sama si polwan itu bantal dan selimut serta golok kayak pisau agak gedean dikit. Itu ditenteng sama polisi, mungkin buat barang bukti,”jelas warga yang melihat adegan penjemputan Rido yang diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya.

“Kan sebelum ramai kayak gini, sebetulnya si ibu N merasa putrinya sudah gede, makanya cari kost, dan katanya N dan S sudah dapat tempat kost baru, dan siap siap pindahan.”

“Ya ini pelajaran buat kita semua, sudah tahu punya anak perempuan sudah remaja tidur masih nyampur, ya akhirnya gitu deh, malah warga sudah heboh, nyebar kabar bahwa si R memperkosa anak tirinya,”tukas warga lainnya.

Di tempat terpisah, S selaku sekuriti di mana N bersekolah saat berbincang dengan Megapolindonesia tampak menghakimi Rido yang juga dikenalnya.

“Ya, kan sebetulnya bukan sekarang ini saja heboh, kan pernah juga terjadi. Nggak kaget, apalagi si Rido itu kan masih kayak ABG, lihat aja teman temannya bocah-bocah yang bukan sepantaran.”

Terus kalau liatin hape ke saya lanjutnya, juga yang nggak pantas, kelakuannya nggak bagus. Siapa sih yang nggak tahu tukang air galon, sekolahan ini juga langganan malah tukang warung belakang sekolahan itu juga masih saudara Rido, ”tukasnya.

Dari hasil pantauan dan investigasi terkait pelaku yang diduga telah memperkosa anak tirinya, R pernah terlibat narkoba dan hingga saat ini juga masih mengonsumsi miras.

“Setahu saya, ia masih biasa mabuk mabukan, kan dulu katanya juga pernah narkoba, masalah jenis apa saya nggak tahu,”tukas rekan pelaku R yang minta dirahasiakan namanya.

Sementara itu pada Rabu (4/10/2017) pagi, Ketua RT 05, Amin bersama N dan ibunya hendak menuju ke RSUD Kota Bekasi untuk tujuan visum.

“Ya kita mau berangkat ke RSUD Kota Bekasi mau visum,”tukas Amin selaku Ketua RT 05 saat berbincang ringan dengan Megapolindonesia.

Sumber dari Polsek Bekasi Selatan, menyebutkan bahwa Rido dijemput paksa oleh tim kepolisian pada Selasa (3/10/2017) pasca kejadian dan berbekal laporan dari W selaku sang istri.

Alhasil, ibu korban ditemani N melaporkan suami yang diduga pelaku pemerkosaan ke SPK Polsek Bekasi Selatan.

Data yang berhasil dihimpun di kepolisian bahwa ternyata N anak tiri dari Rido telah digagahi bapaknya sejak N duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Ya, kalau kita dalami si korban itu telah diperlakukan seperti layaknya istrinya, meski itu anaknya, sejak masih sekolah dasar,”jelas sumber kepolisian.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang telah dilakukan bapak tiri kepada korban tak lain anaknya, yang masih duduk di bangku Kelas 1 SMK Swasta di Kota Bekasi ini kasusnya ditangani Reskrim Polsek Bekasi Selatan. (NTS/Yd)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s