Event

Jababeka ICT Expo Jadi Ajang Pembuktian Generasi Kreatif Pemuda Bekasi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Jababeka Infrastruktur menggelar ICT Expo 2017 yang selalu diadakannya rutin setiap tahunnya dengan misi menjadikan kota Jababeka Cerdas. Acara yang didukung oleh Bank Mandiri, Hotel Celecton, Komitkabe, dan AINO Indonesia adalah

Untuk mendukung gerakan nasional kita menjadi negara maju, Jababeka ICT Expo membawa ide untuk memulai “Idea Start Up Competition” (kompetisi Ide Baru) untuk generasi muda yang kreatif.

Jababeka Infrastruktur berharap semua gagasan dapat diimplementasikan untuk mendukung gerakan nasional masyarakat dalam menjadi negara yang lebih baik dan mampu menyelesaikan semua permasalahannya lebih efektif di era globalisasi. Acara ini terbuka untuk semua generasi muda di Indonesia & dan diadakan di Hotel Celecton Jababeka sejak 29 – 30 Agustus 2017

Pameran diikuti sejumlah perusahaan information technology (IT) tujuandilakukan agar dapat memberikan terobosan kepada para tenan industri maupun komersial di bidang layanan keuangan berbasis teknologi.

Presiden Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Tjahjadi Rahardja, mengatakan bahwa, ada 1800 perusahaan multinasional dari 32 negara dengan total 730 ribu pekerja dan 10 ribu ekspatriat di kawasan industri Jababeka. Dari jumlah perusahaan tersebut, belum banyak perusahaan yang menerapkan layanan keuangan berbasis teknologi. Maka Jababeka Infrastruktur mendorong para tenan di kawasan tersebut menerapkan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech). Hal ini dilakukan sebagai upaya Jababeka menuju Kota Cerdas.

Tjahjadi mengungkapkan, pada tahap awal penerapan fintech, Jababeka Infrastruktur akan menyediakan pembayaran elekronik milik Bank Mandiri ke sejumlah titik kuliner di Kota Jababeka. Selanjutnya menyusul dilakukan ke sejumlah tenan yang ada dikawasan tersebut.

“Progress yang dimulai dari pemasangan kabel Fiber Optik sudah terpasang sebagai infrastruktur dasar. Jababeka ingin membawa kenyamanan bagi warga Jababeka yang akan memudahkan dengan fasilitas payment non tunai. Dua sampai tiga tahun lagi kita bisa targetkan seluruh tenan menerapkan fintech,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Fintech Bank Indonesia, Miftahul Khoiri, mengatakan fintech merupakan pondasi dari kota cerdas. Oleh karena itu, untuk mendukung perwujudannya maka seluruh perusahaan di kawasan Jababeka harus menerapkan fintech.

“Kita harapkan digitalisasi ini bisa menjadi pilot project,” ungkapnya.

Hastono Bayu Trisnanto selaku Direktur Utama PT. Aino Indonesia menambahkan bahwa komponen dari smartcity (kota cerdas), dimana ini akan dilakukan bertahap, tujuan untuk mengedukasi transaksi non tunai, paytern yang dapat digunakan di kawasan ini, smart economy(ekonomi cerdas) yang tidak hanya menyasar pada tenant yang besar, tapi juga pada UMKM,”tutupnya. (Ek)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s