Perkotaan

Soal Kesejahteraan Pesantren, DPRD Akan Dorong Pembentukan Perda Khusus

Megapolindonesia.com

BEKASI – Ketua DPC PPP Kota Bekasi sekaligus Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kota Bekasi, Sholihin mendorong hak inisiatif DPRD Kota Bekasi untuk dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren.

Hal ini dirasa penting oleh Sholihin karena peran pesantren di Kota Bekasi untuk terutama di bidang pendidikan, baik formal maupun informal PPP merasa perlu mendorong keberadaan Perda tentang Pesantren.

“Perda pesantren adalah wujud kepedulian kami kepada keberadaan pesantren di Kota Bekasi. Karena kami menyadari betul bahwa pesantren berperan penting mendidik anak-anak kita tidak hanya dari sisi akademik tapi moral,” kata Sholihin saat menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nida Kota Bekasi bersama Anggota komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sanwani Saadi pada Senin (28/8/2017) kepada Megapolindonesia.

Sholihin yang juga anggota komisi I DPRD Kota Bekasi ini beranggapan bahwa dengan didorongnya Perda tentang Pesantren di Kota Bekasi untuk memperkuat posisi pesantren agar bisa berdiri sejajar dengan sekolah formal lainnya.

“Dengan adanya Perda ini, maka perhatian pemerintah bisa lebih maksimal kepada pesantren. Dengan begitu eksistensi pesantren semakin kian berkibar di Kota Bekasi,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Pondok Pesantren Se-Kota Bekasi dan juga Sekretaris Yayasan Annida, Muhammad Aiz menyambut baik rencana PPP Kota Bekasi terkait Perda tentang Pesantren.

“Bagi kami, ini bagai gayung bersambut. Kami sudah menunggu-nunggu aturan ini sudah lama. Karena kami merasa penting, untuk maju mundurnya pesantren di Kota Bekasi,” kata dia.

Ia juga berharap, dengan perda pesantren, Pemkot Bekasi menjadi memiliki kewajiban bagi pondok pesantren yang ada di Kota Bekasi.

“Selama ini Pemkot Bekasi selalu beralasan kalau pesantren itu tanggungjawab Kementrian Agama. Tapi kalau ada Perda, Pemkot Bekasi jadi memiliki kewajiban kepada pesantren,” tandasnya.

Menurut Aiz, total pesantren di Kota Bekasi yang tercatat di Kementrian Agama mencapai 100 lebih. Sedangkan yang tergabung dalam forum pondok pesantren mencapai kurang lebih 50 pesantren.

“Jumlahnya cukup banyak tapi sejauh ini belum mendapat perhatian serius,” tandasnya. (Yd)

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s