Peristiwa

Tejo NS, Relawan Di Balik Ramainya Kisah Bayi Aleka Satya

Megapolindonesia

BEKASI – Di tengah Wali Kota Bekasi Rahmad Effendi gencar sosialisasi KBS (Kartu Bekasi Sehat) Berbasis NIK, tiba tiba digemparkan heboh bayi Aleka 3 bulan yang dipantau dari akun facebook pribadi N Tejo Susanto, biasa disapa Tejo Nagasakti. Pria bercambang dan kerap bersentuhan dengan kasus kasus kemanusiaan ini, membuat para pejabat Kota Bekasi, khususnya di Dinas Kesehatan menjadi bersiaga.

“Saya seorang relawan dan terbiasa dengan kasus kasus yang memantik jiwa emosi kemanusiaan. Saya blusukan dari Kota Bekasi hingga pesisir Muara Gembong dalam kaitan sosial kemanusiaan. Sejatinya, saya melakukan apa yang pejabat lalai lakukan. Bentuk dari panggilan jiwa,”tukas Tejo Nagasakti pada Megapolindonesia.

Ditandaskan lelaki jujur dan sederhana ini, bahwasanya dirinya terjun ke dunia relawan tak ada kaitan motif politik. Sebagai relawan sejati, ia pun kaget ketika pada Senin (14/8/2017) ponsel jadulnya berdering dari sejak subuh hingga malam hari.

“Ya, saya mohon maaf kepada para pejabat yang menghubungi saya kemarin, ada yang marah, jengkel, shock, terkait apa yang saya rilis di sosmed hingga berita resmi. Terkait dunia relawan kemanusiaan bukan hal asing. Semakin ke dalam makin banyak ditemukan beragam hal ihwal kemanusiaan.”

Lebih lanjut ditandaskan, mereka yang di bawah belum tentu kenal pejabatnya sedang para pejabatnya juga belum tentu kenal waganya. Itulah pentingnya silaturahmi dan mampu bersinergi dengan semua elemen di masyarakat.”

Sejatinya saya turun dari terdampak sakit bulanan di rumah sakit, balita kurang terurus. Dari nenek renta sampai bayi, sepertinya biasa biasa saja dan tak seheboh ini. Ironisnya lagi, tak sedikit yang justru akhirnya melakukan fitnah terhadap saya. Saya sadar ketika kita punya tujuan mulia dan baik belum tentu direspon baik. Alhasil, semua saya serahkan pada Allah SWT yang punya Kuasa,”jelasnya.

Terkait aksi aksi kemanusiaan yang pernah dilakukan untuk orang yang terdampak sakit, ia pun berbagi kisah pada Megapolindonesia.

“Saya pernah ditolak saat mau evakuasi sakit kronis, malah saya juga pernah didamprat dan dicaci maki. Kenapa sekarang fenomenal, karena yang beriringan hal ihwal kemanusiaan makin banyak, kan banyak relawan dadakan,”sindirnya.

Nah, kebetulan apa yang dilakukan Wali Kota Bekasi dengan program KBS NIK, dan banyak yang turun ke lapangan. Saya telah melakukan sejak masuk Kota Bekasi tahun 2012, tapi kan tidak tampak. Boleh dibilang saya sendiri selama ini, namun tetap antusias Saya malah bersyukur karena pekerjaan kemanusiaan semakin ringan,”urainya.

Diakui sang relawan, bahwa dirinya masuk Bekasi tahun 2012 dan dipercaya menggarap majalah intern Polsek Bekasi Selatan di era Kompol I Nengah Adiputra (AKBP I Nengah kini Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota), Majalah Polres Jakarta Selatan hingga tahun 2014 dipanggil Polda Metro Jaya dilibatkan di Majalah Polda Metro Jaya selama 2 tahun.

Siapa sesungguhnya Tejo Nagasakti. Di balik sosok fenomenalnya ini. wartawan ataukah relawan. Ia tampaknya tak pernah terusik dengan julukan. Di kawasan Bekasi Selatan nama Tejo Nagasakti sangat populer. Dari kalangan mitra Polri KSM, RPK2, Pokdar, FBR, Rapi, Senkom, Forkabi hingga sekuriti tampaknya sangat dekat dengan sosok lelaki asal Purworejo Jawa Tengah ini.

“Saya ingin menjadikan hidup ini berkualitas dan bermakna. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Terkait siapa saya tidak substantif. Saya ingin membuat karya dan inspirasi,”jelasnya.

Jiwa relawan terbilang kental, dibanding jurnalisnya. Jika ditelisik sepak terjangnya di tengah tengah masyarakat, bergandengan dengan karang taruna dan relawan, menyambangi dari kalangan bawah hingga sesepuh yang diasumsikan gudangnya ilmu. Di matanya silaturahmi adalah kunci membangun hubungan emosional yang dapat mempererat tali persaudaraan.

“Di mata saya silaturahmi adalah prioritas. Saya anak jalanan, yang blusukan membangun silaturahmi setiap hari. Perasaan membuncah untuk terjun di dimensi kemanusiaan berawal dari sini,”urainya.

Jiwa kental kemanusiaan lebih dominan dan terpatri di sanubari. Hingga 17 Juni 2015 ia bersama sesama relawan terjun dalam Aksi Konservasi Alam & Kemanusiaan Terkait Rescue Lutung Jawa yang Terancam Punah di Hutan Mangrove Muara Bendera, Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

“Dari sanalah lahir sebuah komunitas Relawan OSCAR Kemanusiaan. Nama itu saya ambil dari nama seorang tim relawan yang meninggal dunia setahun silam yang sarat krusial. Sebagai bentuk apresiasi yang tinggi saya berikan untuk almarhum Olib Sungkamo nama itu saya sematkan,”kisahnya.

Data yang berhasil dihimpun Megapolindonesia di jajaran pemerintahan Kota Bekasi, ribuan pasang mata sempat pelototi foto Tejo NS beredar di Whatsapp pemerintahan bersama orang orang yang sempat diunduh Wali Kota Bekasi via akun pribadi N Tejo Susanto. Tampak Tim URC (Unit Reaksi Cepat) Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

“Jujur saya tidak tahu terkait foto saya dan Tim URC Pekayon Jaya yang diunduh. Saya apresiasi kepada mereka dari Charli, Jerry, Dokter Agung, dan Jajang. Kebetulan waktu itu sedang silaturahmi ke salah satu radio terkemuka di Bekasi dan kebetulan diterima ustadz Murhali Bardah.”

Ditandaskan Tejo Nagasakti, tampaknya dirinya sangat respek dengan Karang Taruna Pekayon Jaya dan Dokter Agung selaku Kepala Puskesmas Pekayon Jaya yang blusukan di tengah warga.

“Selama saya blusukan terkait hal ihwal kemanusiaan di Kota Bekasi, dari ujung Medan Satria hingga Jati Sampurna, baru kali ini ketemu Puskesmas yang dipimpin langsung Kepala Puskesmas blusukan siang malam tak kenal lelah menggandeng karang taruna mencari orang orang terdampak sakit.”

Sebelum ide brilian diplagiat wilayah lain, sejatinya dokter Agung telah melakukan selama sekitar setengah tahun menjabat sebagai Kepala Puskesmas. Tapi karena dokter Agung tidak mau dirinya dianggap pamer kerja, tak ada secuilpun berita ekspos kegiatan positifnya.

Di akhir perbincangan dengan Tejo Nagasakti, tampaknya ia sangat intens dan mampu bekerja sama dengan Katar (Karang Taruna) Pekayon Jaya. Sigap dan cepat terkait ihwal kemanusiaan.

“Puskesmas Pekayon Jaya adalah pilot project dan satu satunya Puskesmas yang menyediakan layanan vonet, tempat bersalin gratis buat warga. Itu kan luar biasa. Selain idealis, dermawan, punya jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi, dokter Agung itu sangat cerdas,”pungkasnya. (Red)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s