Peristiwa

KBS NIK Dan BPJS Tidak Fungsi, Orangtua Alika Harus Rogoh Kocek Puluhan Juta Demi Sang Bayi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Suara isak tangis bayi mungil berusia 3 bulan Alika Satria, memecahkan keheningan. Kelahiran Alika yang telah pecah ketuban pada 24 Mei 2017 silam, menyisakan problematika krusial bagi keluarga. Pasalnya sang bayi masih membutuhkan perawatan intensif, pasca kelahirannya.

“Ya sewaktu lahir Alika Satria, sudah pecah ketuban lebih dulu. Makanya sebetulnya belum waktunya lahir, kan usia kandungan baru mencapai 8 bulan saat Alika lahir,”tukas Dini Soleha saat berbincang ringan dengan Megapolindonesia.

Ditandaskan oleh kedua orang tua Alika Satria, pasangan muda yang kost di RT 07 RW 02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat ini, bahwa tak ada firasat apapun, terkait kelahiran Alika yang lahir mengalami kelainan.

“Tak ada firasat apapun, mungkin dampak dari telah pecah ketuban dan belum waktunya lahir, kan waktu lahir beratnya 2.4 kg dan sekarang mencapai 3,1 kg,”tambahnya.

Alika Satria bocah mungil yang lahir mengalami kelainan fisik ini, dilahirkan di RS Hosana Rawalumbu. Karena beragam faktor Dini Sholehah sang ibu sempat dilarikan ke RS Hermina Kemayoran, Jakarta Pusat hingga akhirnya selanjutnya ditangani RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta.

“Ya waktu mau melahirkan Alika Satria sempat dirujuk, awalnya kan RS Hosana Rawalumbu dan mungkin RS Hosana nggak sanggup, hingga dirujuk ke RS Hermina Kemayoran.”

Diakui pasangan muda Winto-Dini Soleha terkait biaya kelahiran hingga perawatan Alika Satria dibebankan pribadi, pasalnya baik BPJS ataupun Kartu Sehat Berbasis NIK program wali kota Bekasi tak berfungsi.

“Waktu Alika lahir menghabiskan lebih dari Rp 10 juta, masuknya dana pribadi. Jatuhnya dana pinjaman dan sampai saat ini juga masih berhutang sama kantor,”jelasnya.

Saat ditelisik terkait BPJS dan KS NIK tak bisa digunakan, tampaknya kedua orang tua Alika tak bisa berbuat banyak. Yang ada di benak pasangan muda ini bagaimana sang buah hati selamat dan mendapat perawatan, meski jalan berhutang.

Tampaknya kedua orang tua Alika telah berusaha seoptimal mungkin namun belum bisa difungsikan, baik KS NIK maupun BPJS. Dan, orang yang memberikan KS NIK pun juga hanya sosialisasi saja.

“Kartu Sehat NIK yang warna kuning nggak bisa dan BPJS juga nggak bisa digunakan. Alika kan di Kencana, katanya nggak bisa. Saya juga nggak tahu kenapa. Jadi sejak awal melahirkan hingga sekarang ini ya pakai dana pribadi, kalau di total bisa mencapai Rp 30 juta-an,”jelas Winto ditemani Dini Soleha.

“Yah habis bagimana ya, kita juga nggak bisa berbuat apa apa, bahkan keluhan juga sudah saya sampaikan melalui SMS/WA ke pak wali, juga nggak ada balasan sampai saat ini,”imbuhnya.

Perawatan Alika pasca kelahirannya terbilang krusial dan membutuhkan penanganan optimal. Bayi yang mengalami cacat di kuping dan di bibirnya ini terbilang mahal untuk perawatannya.

“Ya kita setiap minggunya antara Selasa atau Kamis harus ke RSCM di Kencana. Kita ketemu dokter spesialis gizi dokter Yoga. Harus keluarkan Rp 450 ribu, terus selain itu ketemu juga dokter Panca yang pasang plester harus bayar sekitar Rp 160 ribu,”tukasnya.

Perawatan Alika bukan hanya konsultasi dengan dokter spesialis gizi dan pasang plester di bagian bibirnya.

Namun juga harus membeli plester Rp 60 ribu, odol lem Rp 80 ribu, plester putih Rp 70 ribu. Selain itu susu Infatrini Rp 30 ribu dan beli diluar Rp 37 ribu.

Apapun dilakukan demi sang bayi. Harapan besar kedua orang tua terhadap Alika, tampaknya sangat besar meski mengalami ketidaksempurnaan secara fisik dan beragam jalan ditempuhnya.

“Pinginnya sih, bisa cepat sembuh agar bisa makan seperti bayi bayi yang lainnya. Meski harus pontang panting, alhamdulillah ada rejekinya saat mau ke RSCM. Ya berat sih sebetulnya,”sambungnya.

Di akhir perbincangan dengan Megapolindonesia harapan kedua orang tua Alika, bisa mendapatkan pelayanan gratis bagi buah hatinya.

“Ya saya berharap bisa mendapatkan pengobatan gratis dari pemerintah terkait Alika Satria. Jujur berat tapi harus dilakukan demi sang anak,”pungkasnya. (NTS).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s