Perkotaan

Sengketa Tanah 48,5 Hektare Dengan TNI, Warga Jatikarya Blokir Jalan

Megapolindonesia.com 

BEKASI – Ratusan warga berbondong-bondong mengruduk proyek pembangunan rumah Perwira Menengah TNI di Jalan Kalimanggis, Jatikarya, Kota Bekasi, Kamis (10/8/2017). Aksi ini dapat pengawalan ketat pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Bekasi.

Warga mengklaim, jika tanah seluas 48,5 hektar yang dikuasai Mabes TNI itu bukanlah tanah negara. Mereka yang mengaku sebagai hak waris menyebutkan jika Sertifikat Hak Guna Pakai tahun 1992, yang menjadi alasan pihak TNI, sejatinya telah dibatalkan oleh pengadilan. 

“Kami memiliki Girik, atas nama Candu bin Godo CS, yang diwariskan kepada anak cucunya. Orang tua tidak pernah menjual belikan ke siapa pun, kenapa tiba-tiba ada sertifikat tahun 1992 itu,” ucap Saaman bin Jainan, ahli waris. 

Menurut dia, penyerobotan tanah warga ini bermula pada tahun 1992. Pihak Mabes TNI tiba-tiba saja mengklaim memiliki 48,5 hektar tanah di tempat itu.

Padahal, kata Saaman, sejak orang tuanya meninggal pada 18 Agustus 1964, silam, tak ada sedikit pun tanah tersebut dipindahtangankan. 

“Saya ingat betul, orang tua saya meninggal pada 18 Agustus 1964. Dan, masih memiliki giriknya. Masih ada suratnya, nomornya 298. Tapi mengapa kok bisa diambil. Jual beli saja tidak pernah, ganti rugi pun gak pernah, sampe saat ini. Kalau ada ganti rugi, mana berani saya begini,” jelasnya. 

Dari pantauan, sempat terjadi pemblokiran jalan dengan cara pembantangan spanduk. Namun aksi itu berlangsung kondusif setelah sejumlah petugas melakukan dialog bersama warga di aula tak jauh dari lokasi. 

Aksi demonstrasi kemudian berlanjut ke depan gedung Pengadilan Negeri Kota Bekasi. Sementara di tanah seluas 48,5 hektar itu telah berdiri petakan-petakan rumah, yang akan digunakan untuk tempat tinggal para Perwira menengah prajurit TNI. 

Rencananya, pihak keluarga hak waris, akan terus melakukan aksi serupa. Harapanya, agar tanah yang diserobot tersebut segera dihentikan. 

“Aksi kita tidak akan berhenti, kita akan terus menyetop pembangunan ini. Jangan salahkan kami yang sudah taat hukum, jadi akan melanggar hukum,” pungkasnya. 

Sementara itu, pihak TNI yang berada di lokasi enggan memberikan pernyataan. “Maaf ya, kita gak bisa komentar. Kita hanya mencatat hasil dari mediasi saja,” ucap seorang perwira TNI.(DVD)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s