Perkotaan

DTKB Keberatan Soal Larangan Roda Dua Masuk Jalur Ahmad Yani

Megapolindonesia.com

BEKASI – Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) keberatan dengan wacana pelarangan melintas bagi pengendara sepeda motor di Jalan Protokol Ahmad Yani, Bekasi Selatan, yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Hasil kajian BPTJ merekomendasikan agar Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan disterilkan dari penggunaan sepeda motor melalui penyediaan sejumlah jalan alternatif, salah satunya Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga memaparkan hasil kajian konsultan terkait penelitan gangguan sepeda motor di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi yang mengakibatkan kecepatan kendaraan di lokasi itu dihitung hanya 12,5 KM/jam atau berkategori padat.

“Dari pertimbangan teman-teman melalui diskusi DTKB kelihatan agak keberatan dengan wacana itu,” kata Ketua DTKB Harun Al Rasyid, Kamis (10/8/2017).

Adapun wacana pelarangan melintas motor di Jalan Ahmad Yani itu terungkap dalam acara Focus Group Discussion Rencana Umum Pengendalian Pembatasan Sepeda Motor di Jabodetabek Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

Harun mensinyalir, wacana itu ada kaitannya dengan kepentingan bisnis Transjabodetabek yang kini melayani trayek Summarecon Bekasi-Hotel Indonesia Jakarta.

“Ada kemungkinan ke arah sana (bisnis), sebab mereka ingin memindahkan pengguna kendaraan pribadi kepada angkutan umum,” ujar Harun.

Menurutnya, ada dua alasan krusial pihaknya menolak rekomendasi konsultan BPTJ untuk menyeterilkan Jalan Ahmad Yani dari sepeda motor.

“Pertama, data yang disajikan ternyata menurut kami agak aneh.Hasil kajiannya menyebutkan kecepatan kendaraan di Jalan Ahmad Yani hanya 12 KM/jam, sementara di jalur itu tidak pernah macet kecuali saat ada pertandingan bola di Stadion Patriot Chandrabaga akibat lalu lalang suporter,” papar dia.

Alasan berikutnya, dikatakan Harun bahwa Jalan Ahmad Yani merupakan jalur tertib lalu lintas yang diawasi intensif instansi terkait agar lalu lintas tetap berjalan lancar.

“‎Jalur tersebut bukan penghubung ke Jakarta langsung. Tapi kalau mau lihat kepadatan pada jam sibuk ada di Jalan KH Noer Alie Kalimalang serta Jalan Sultan Agung hingga kawasan Kranji, jalan itu sebenarnya yang menghubungkan langsung Bekasi dengan Jakarta,” tandas Harun. (Yd)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s